"Yustinus Sondegau (Guide lokal) berusaha naik untuk mencapai titik lokasi survivor yang berada di summit ridge korban atas nama Indira, Alvin Reggy, dan Saroni, dengan membawa bantuan emergency (sleeping bag), flysheet, air panas, dan radio. Tetapi upaya tersebut terhenti di Teras Besar karena cuaca semakin memburuk dan pada perjalanan turun, Yustinus bertemu dengan Luddy dan mendampingi Luddy hingga ke basecamp. Seluruh peralatan yang dibawa ditinggal di teras besar," sambungnya.
Dawa Gyalje Sherpa, seorang pemandu asal Nepal, mencoba mendaki ke Teras Dua untuk memberikan pertolongan kepada Lilie dan Elsa, namun keduanya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Tim penyelamat lainnya, termasuk Poxy dan Damar, juga berusaha mengevakuasi korban, tetapi cuaca yang buruk menghambat upaya mereka. Akhirnya, informasi mengenai kematian Lilie dan Elsa dikonfirmasi melalui komunikasi dengan basecamp.
"Guide Nepal Dawa Gyalje Sherpa naik untuk memberikan pertolongan, tetapi terhenti di teras dua untuk memberikan pertolongan terhadap kedua korban, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono yang kemudian meninggal dunia," katanya.
"Poxy (guide lokal) dan Damar (guide) kembali mencoba naik ke teras dua untuk memberikan bantuan kepada korban, menghubungi basecamp dan melaporkan sudah memberikan pertolongan kepada kedua korban, namun korban Lilie dan Elsa dinyatakan meninggal dunia," lanjutnya.
"Octerus (guide) yang berkomunikasi dengan Poxy dan Dawa menginformasikan dari basecamp bahwa dua pendaki WNI atas nama Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono yang berada di Teras Dua telah meninggal dunia," tuturnya.
Sementara itu, upaya penyelamatan terhadap Indira, Alvin, dan Saroni dilakukan dengan mengerahkan dua tim penyelamat. Tim pertama, yang terdiri dari pemandu internasional seperti Garret Madison, Tashi Sherpa, dan Ben Jones, bergerak menuju Summit Ridge.
Sedangkan tim kedua yang dipimpin oleh Dokter Adnan dan Meidi menuju Teras Dua. Setelah melakukan pertolongan pertama, tim penyelamat berhasil membawa Indira, Alvin, dan Saroni kembali ke basecamp dalam kondisi selamat namun masih lemah.
"Huda (Guide) naik untuk mencoba menolong Indira, Alvin, dan Saroni yang berada di summit ridge. Huda mengabarkan bahwa mereka tiba di basecamp dan tidak sanggup lagi meneruskan ke titik posisi Indira, Alvin, dan Saroni. (Barang untuk melaksanakan emergency sudah disimpan di bawah summit ridge)," kata dia.
Baca Juga: Sosok Lilie dan Elsa, Dua Sahabat Meninggal di Puncak Carstensz
"Dibagi dua tim penyelamat, tim satu terdiri atas tiga guide Internasional. Garret Madison, Tashi Sherpa, dan Ben Jones kembali mendaki untuk menyelamatkan Indira, Alvin, dan Saroni di Summit Ridge, dan tim dua yaitu Dokter Adnan dan Meidi bergerak menuju korban di teras dua," imbuhnya.
"Tashi, Garret, dan Ben bertemu dengan tiga pendaki (Indira, Alvin, dan Saroni), menginformasikan ke basecamp bahwa semuanya masih hidup dan dalam kondisi kritis. Tim rescue memberikan pertolongan pertama dan menormalisasi dengan mengganti pakaian, memberikan isotonik, makanan, obat-obatan," tambahnya.
"Tim rescue dan survivor melakukan perjalanan turun ke basecamp Yellow Valley. Tim rescue dan survivor dari Summit Ridge tiba di basecamp Yellow Valley," tandasnya.
Berita Terkait
-
Sosok Lilie dan Elsa, Dua Sahabat Meninggal di Puncak Carstensz
-
Profil Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono, Pendaki yang Meninggal di Puncak Carstensz
-
Selamat dari Cuaca Buruk Puncak Carstensz, Fiersa Besari Kasih Kode Lewat Instagram
-
Dua Pendaki Puncak Carstensz Wafat, Status Istri Fiersa Besari Jadi Perbincangan
-
Siapa Lilie Wijayati dan Elsa? Teman Pendakian Fiersa Besari yang Meninggal di Puncak Carstensz
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
IHSG Ijo Lagi Pagi ini di Level 6.200. Saham GIAA Mulai Dijual
-
Tata Cara Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026: Urutan Bacaan Surat, Niat, dan Doa Lengkap
-
Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam
-
Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami
-
Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya
-
Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
-
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan
-
Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi
-
Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026