News / Internasional
Senin, 03 Maret 2025 | 03:35 WIB
Ilustrasi bendera Ukraina.[unsplash]

Suara.com - Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, pada hari Sabtu (1/3) meminta Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, untuk memperbaiki hubungan dengan Presiden AS, Donald Trump, setelah keduanya terlibat pertengkaran di Ruang Oval Gedung Putih.

"Adalah penting bagi Presiden Zelenskyy untuk menemukan cara untuk memulihkan hubungan dengan Presiden Amerika dan tim kepemimpinan senior mereka. Saya telah membahas hal ini kemarin dengan Zelenskyy," kata Rutte kepada BBC Inggris. Ia menyebut insiden tersebut sebagai "disayangkan."

Sebelumnya, pada hari Jumat (28/2), pembicaraan antara Trump dan Zelensky mengenai penyelesaian konflik di Ukraina terhenti setelah mereka terlibat pertengkaran di Ruang Oval, yang disiarkan langsung oleh media.

Para pejabat tinggi AS kemudian meminta delegasi Ukraina untuk meninggalkan Gedung Putih, dan konferensi pers yang direncanakan antara Trump dan Zelenskyy dibatalkan. Trump juga membatalkan penandatanganan kesepakatan mengenai mineral tanah jarang antara AS dan Ukraina.

Menurut Rutte, Zelenskyy perlu menghargai apa yang telah dilakukan Trump untuk Ukraina, termasuk penyediaan senjata selama masa kepresidenannya yang pertama. Setelah konflik di Gedung Putih, Zelenskyy menyatakan dalam wawancara dengan Fox News bahwa dia merasa tidak melakukan kesalahan dan menolak untuk meminta maaf kepada Trump.

Namun, Zelenskyy juga percaya bahwa dia dapat memperbaiki hubungannya dengan Presiden AS tersebut. "Ya, tentu saja, karena hubungan ini lebih dari sekadar hubungan dua presiden," ungkap Zelenskyy dalam wawancara itu.

Load More