News / Nasional
Senin, 03 Maret 2025 | 09:21 WIB
Ilustrasi hujan setelah kemarau panjang. (Freepik)

Suara.com - Peluang curah hujan mulai berkurang di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada awal Ramadhan 1446 Hijriah/2025.

Namun demikian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar masyarakat tetap waspada bencana hidrometeorologi.  

"Peluang curah hujan berkurang, warga diharapkan tetap waspada potensi bencana hidrometeorologi di NTB," kata Prakirawan BMKG NTB Angga Permana, Minggu (3/3/2025).

Berdasarkan hasil monitoring Indeks IOD (Indian Ocean Dipole) dan ENSO (El Niño–Southern Oscillation) pada dasarian terakhir menunjukkan Indeks IOD berada pada kategori Netral dengan indeks IOD 0.22, IOD diprediksi akan berada pada fase Netral hingga pertengahan tahun 2025

Sedangkan anomali SST di Nino3.4 berada pada indeks -0.30, ENSO dalam kondisi Netral diprediksi berlangsung pada periode Maret-April-Mei 2025 hingga Agustus-September-Oktober 2025.

Pada Dasarian III Februari 2025 angin baratan masih persisten, kata dia, belokan angin terlihat di sekitar wilayah ekuator.

"Angin baratan diprediksi konsisten di wilayah Indonesia dan diprediksi melemah mulai Maret 2025. Saat ini MJO (Madden Julian Oscillation) dalam kondisi tidak aktif," katanya.

Saat ini beberapa wilayah NTB masih dalam periode puncak musim hujan. Masih adanya potensi hujan yang cukup signifikan pada 10 hari mendatang.

Untuk itu masyarakat diimbau agar berhati–hati ketika di luar rumah, serta diharapkan tidak membuang sampah pada saluran air dan membersihkan drainase untuk mengantisipasi terjadinya luapan air saat hujan terjadi.

Baca Juga: Kamari Mandi Hujan Bareng Nenek, Ternyata Ini 5 Manfaatnya untuk Anak-anak

"Masyarakat juga perlu mewaspadai adanya potensi terjadi hujan dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba–tiba, khususnya pada periode peralihan musim seperti sekarang ini," katanya. (ANTARA)

Load More