Suara.com - Pemerintah masih menyisir kesiapan 24 daerah yang harus melakukan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi.
Terutama mengenai kesiapan daerah dalam pendanaan untuk pemilu ulang tersebut.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyampaikan kalau anggaran untuk PSU itu belum tersedia karena masih perlu dilakukan rapat koordinasi.
Pemerintah pusat juga perlu memastikan daerah mana saja yang mampu dan tidak secara anggaran dalam melaksanakan PSU tersebut.
"Ini masih kita cek dulu. Dari daerah-daerah itu, mana yang sudah siap kota atau kabupaten ditanggulangi, mana yang harus dibantu provinsi, mana yang harus dibantu oleh kementerian keuangan oleh APBN. Ini dalam waktu tujuh hari ke depan saya kira akan lebih jelas," kata Bima kepada wartawan, ditemui di Jakarta pada Senin (3/3/2025).
Dia menyebutkan kalau Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah meminta kepada Dirjen Keuangan Daerah, Otonomi Daerah, dan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum untuk berkoordinasi memastikan kesiapan dari 24 daerah yang harus menggelar PSU tersebut.
Pesan dari Mendagri Tito bahwa daerah harus menekan penggunaan anggaran seminimal mungkin untuk PSU.
"Anggaran ditekan seminimal mungkin, jangan boros gitu ya. Jadi kalau anggarannya Rp40 miliar, Pak Menteri itu untuk apa? Jangan sampai untuk sosialisasi. Buat apa lagi sosialisasi. Hanya boleh dianggarkan untuk hal-hal yang pokok," tegasnya.
Bila ada daerah yang tidak punya anggaran lebih untuk PSU, pemerintah pusat akan ikut melihat APBD daerah itu terlebih dahulu.
Baca Juga: PSU di 24 Daerah, KPU: Tidak 100 Persen Kesalahan Kami
Apabila hasil audit dipastikan bahwa kabupaten atau kota tersebut memang tidak mampu secara anggaran, maka akan dibantu menggunakan dana provinsi.
Bima menyampaikan kalau sejumlah provinsi sudah menyatakan kesiapannya untjk membantu daerah dalam kewilayahannya untuk pelaksanaan PSU. Dia juga menegaskan kalau anggaran PSU itu hanya boleh digunakan untuk kebutuhan pokok.
"Hal pokok itu pasti kan misalnya kertas suara, itu kan perlu ada lagi. Perlu penyiapan TPS, terus kemudian pengamanan. Kalau sosialisasi ke hotel udah nggak perlu lagi. Kalau rapat koordinasi di luar kota kan udah nggak perlu lagi," ucapnya.
Dalam waktu dekat, Kemendagri dijadwalkan akan rapat dengan Komisi II DPR RI sekaligus melaporkan kepastian jumlah anggaran kesiapan dari pemerintah daerah dan berapa yang kemungkinan harus dibantu oleh provinsi atau pemerintah pusat.
Adapun daftar 24 daerah yang harus PSU itu di antaranya:
- Kabupaten Pasaman
- Kabupaten Mahakam Ulu
- Kabupaten Boven Digoel
- Kabupaten Barito Utara
- Kabupaten Tasikmalaya
- Kabupaten Magetan
- Kabupaten Buru
- Provinsi Papua
- Kota Banjarbaru
- Kabupaten Empat Lawang
- Kabupaten Bangka Barat
- Kabupaten Serang
- Kabupaten Pesawaran
- Kabupaten Kutai Kartanegara
- Kota Sabang
- Kabupaten Kepulauan Talau
- Kabupaten Banggai
- Kabupaten Gorontalo Utara
- Kabupaten Bungo
- Kabupaten Bengkulu Selatan
- Kota Palopo
- Kabupaten Parigi Moutong
- Kabupaten Siak
- Kabupaten Pulau Taliabu
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara