Suara.com - Hamas mengatakan pada hari Kamis bahwa ancaman Donald Trump akan mendorong Israel untuk mengabaikan gencatan senjata yang rapuh, setelah presiden AS mengatakan bahwa kecuali para sandera dibebaskan, rakyat Gaza akan "MATI".
Peringatan Trump muncul beberapa jam setelah pemerintahannya mengungkapkan bahwa mereka mengadakan pembicaraan langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Hamas, yang mereka sebut sebagai kelompok "teroris", yang difokuskan pada para sandera Amerika di Gaza.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa Israel telah diajak berkonsultasi dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka "menyatakan pendapatnya" tentang pembicaraan langsung tersebut.
Trump kemudian mengatakan bahwa dia "mengirimkan kepada Israel semua yang dibutuhkannya untuk menyelesaikan pekerjaan" sementara pemerintahannya mempercepat pengiriman senjata senilai miliaran dolar.
"Bebaskan semua sandera sekarang, jangan nanti, dan segera kembalikan semua mayat orang-orang yang Anda bunuh, atau semuanya akan BERAKHIR bagi Anda," tulisnya di platform Truth Social miliknya setelah bertemu dengan para sandera yang dibebaskan.
"Ini peringatan terakhir Anda! Bagi para pemimpin, sekaranglah saatnya untuk meninggalkan Gaza, selagi Anda masih memiliki kesempatan."
Trump juga memperingatkan dampaknya terhadap Gaza secara keseluruhan, di mana hampir seluruh penduduk telah mengungsi akibat kampanye militer Israel yang gencar sebagai respons terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
"Kepada Rakyat Gaza: Masa Depan yang indah menanti, tetapi tidak jika Anda menyandera. Jika Anda melakukannya, Anda MATI!"
Juru bicara Hamas Hazem Qasim mengatakan kata-kata Trump mendorong Israel untuk mengabaikan ketentuan gencatan senjata yang berlaku sejak 19 Januari.
Baca Juga: AS Gelar Pembicaraan Langsung dengan Hamas untuk Bahas Sandera Amerika
"Ancaman-ancaman ini memperumit masalah mengenai perjanjian gencatan senjata dan mendorong pendudukan untuk menghindari penerapan ketentuan-ketentuannya," kata Qasim dalam sebuah pernyataan, mendesak Amerika Serikat untuk menekan Israel agar memasuki fase kedua gencatan senjata.
Bencana
Fase pertama gencatan senjata berakhir pada akhir pekan setelah enam minggu relatif tenang yang mencakup pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Sementara Israel mengatakan ingin memperpanjang fase pertama hingga pertengahan April, Hamas bersikeras pada transisi ke fase kedua, yang seharusnya mengarah pada gencatan senjata yang langgeng.
Israel telah meningkatkan retorikanya dan menghentikan aliran barang dan pasokan ke Gaza.
"Hamas memang telah mengalami pukulan hebat, tetapi belum dikalahkan. Misinya belum tercapai," kepala militer baru Israel Eyal Zamir memperingatkan Rabu.
Berita Terkait
-
Drama di Barnard College: Ancaman Bom dan Aksi Duduk Pro-Palestina Berakhir Ricuh!
-
"Trump Utusan Tuhan", Sandera Israel Beri Pujian di Ruang Oval, Presiden Janji Pembebasan Lainnya
-
Trump Ancam Hamas: Bebaskan Sandera atau Mati!
-
AS Berencana PHK 80.000 Pekerja Urusan Veteran untuk Pemotongan Anggaran Trump
-
AS Gelar Pembicaraan Langsung dengan Hamas untuk Bahas Sandera Amerika
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Prabowo Tinjau Huntara Korban Bencana Banjir Aceh Usai Salat Id, Cek Fasilitas dan Sapa Warga
-
Momen Prabowo Laksanakan Salat Id Hingga Halalbihalal dengan Masyarakat Aceh Tamiang
-
Viral! Dikabarkan Tewas Sejak 2019, Sosok Ini Sangat Mirip Jeffrey Epstein, Apakah Ia Masih Hidup?
-
Mojtaba Khamenei Klaim Musuh Allah Telah Tumbang, AS-Israel Disebut Salah Perhitungan
-
Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Gabung Warga Huntara di Masjid Darussalam
-
Lebaran 2026 di Zona Perang: Gaza, Iran, dan Lebanon Rayakan Idul Fitri Tanpa Sukacita
-
Megawati Rayakan Lebaran Bersama Keluarga dan Sahabat, Beri Pesan soal Persaudaraan
-
Wapres Gibran Salat Bersama Jan Ethes di Masjid Istiqlal
-
67 Tahanan Rayakan Idulfitri di Rutan, KPK Sediakan Layanan Khusus
-
Dasco Tak Gelar Griya Lebaran Tahun ini,: Sebagian Rakyat Masih Berduka