Suara.com - Pernyataan relawan Pro Jokowi (Projo) yang menyebut bahwa Presiden ketujuh, Joko Widodo atau Jokowi bisa menghancurkan PDIP jika kesabarannya habis, dinilai sebagai bentuk framing politik untuk membangun persepsi publik tertentu.
Psikolog politik Wawan Kurniawan menyebut, bahwa pernyataan semacam ini bisa dikategorikan sebagai strategic framing, yaitu cara menyusun narasi guna memengaruhi bagaimana publik menilai suatu aktor atau peristiwa.
"Pernyataan seperti “PDIP keterlaluan kepada Jokowi” dan “Jokowi masih dicintai rakyat” membangun citra Jokowi sebagai figur yang dizalimi, simbol kekuatan populis, dan sumber kekuatan elektoral sejati," jelas Wawan kepada suara.com, dihubungi Selasa (18/3/2025).
Selain itu, klaim bahwa PDIP hanya mendapatkan 16 persen suara karena ‘melawan Jokowi’ juga dinilai sebagai upaya causal attribution, yakni mengaitkan kekalahan PDIP secara langsung dengan permusuhannya terhadap Jokowi, bukan faktor lain seperti strategi kampanye atau dinamika politik internal.
Lebih lanjut, Wawan juga menyoroti pernyataan Projo yang menyebut Jokowi bisa menghancurkan PDIP sebagai bentuk threat framing, yaitu strategi komunikasi yang bertujuan memberikan sinyal adanya konsekuensi besar jika PDIP terus menyerang Jokowi.
"Tujuannya bisa bermacam-macam, menakut-nakuti lawan politik, menguatkan posisi tawar Jokowi dalam negosiasi kekuasaan, hingga menggalang simpati dari massa netral," kata Wawan.
Menurut Wawan, framing seperti ini bukan hal baru dalam politik. Narasi ancaman dan pembalasan kerap digunakan untuk membentuk persepsi publik serta memengaruhi dinamika kekuatan di tingkat elite.
Diketahui, pernyataan Projo muncul di tengah hubungan panas antara Jokowi dan PDIP. Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya merasa terus difitnah oleh mantan partainya. Sementara PDIP melalui beberapa kadernya juga melontarkan kritik tajam terhadap Jokowi.
Ketegangan ini semakin meningkat setelah muncul kabar soal utusan misterius yang diduga meminta PDIP untuk tidak memecat Jokowi dari keanggotaan partai, yang kemudian dibantah langsung oleh Jokowi.
Baca Juga: Ingatkan PDIP Soal Kesabaran Ada Batasnya, Jokowi Disebut Sedang Buktikan Bukan Lagi 'Boneka Partai'
Pernyataan Projo
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum (Waketum) Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik mengatakan, okowi kekinian hanya bisa diam saat dicela. Dia merespons pernyataan politisi PDIP, Guntur Romli yang menilai Jokowi tidak hanya diam, tapi selalu menanggapi sejumlah isu di media. Bahkan disebutnya layaknya minum obat, bisa tiga kali dalam sehari.
Merespons itu, Freddy menyebut kesabaran seseorang memiliki batas. Tidak mungkin seseorang hanya diam secara terus menerus, meski telah dihina, dicela, bahkan difitnah.
“Faktanya selama ini memang beliau selalu diam setiap dicela, dihina, difitnah, tapi semua orang mempunyai batas kesabaran, termasuk seorang Jokowi yang juga merupakan manusia biasa yang mempunyai batas kesabaran,” kata Freddy, saat dikonfirmasi, Minggu (16/3/2025).
Ia kemudian menganggap apa yang dilakukan politikus PDIP dengan terus menyerang Jokowi sudah di luar batas. PDIP kemudian sudah dianggap sangat keterlaluan terhadap mantan kadernya itu.
“Kami melihat PDIP sudah sangat keterlaluan kepada Jokowi, PDIP lupa bahwa Jokowi adalah Presiden 2 periode yang banyak pendukung dan dicintai rakyat,” kata dia.
Berita Terkait
-
Ingatkan PDIP Soal Kesabaran Ada Batasnya, Jokowi Disebut Sedang Buktikan Bukan Lagi 'Boneka Partai'
-
Dihadiri Jokowi, Janggalnya Ronce Melati di Acara Siraman Seskab Teddy Jadi Omongan
-
Hotel Fairmont Sering Dikunjungi Keluarga Jokowi, Publik Curiga: Tempat Persembunyian?
-
Dari Sekutu Jadi Rival, Kronologi Panasnya Perseteruan Jokowi vs PDIP
-
Profil Ferlan Juliansyah: Lulusan SMA yang Terjerat Suap Proyek Miliaran di OKU
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
HUT ke-12, TransJakarta Banting Harga Jadi Rp12, Ini Syaratnya!
-
Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap Bagi Masyarakat Terdampak Bencana
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP
-
Mengukur Mikroplastik Tak Semudah Dikira, Studi Soroti Tantangan dan Jalan Keluarnya
-
Korlantas Polri Berlakukan One Way Lokal KM 132KM 70, Ini Skema Bertahapnya
-
Antisipasi Kepadatan Angkutan Berat, Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tanjung Priok
-
Blusukan Prabowo ke Bantaran Rel Senen Dinilai Lebih Spontan, Pengamat Bandingkan dengan Gaya Jokowi
-
Arus Balik Padat, Jasamarga Terapkan Contraflow di Ruas Tol Jakarta-Cikampek
-
Korlantas Berlakukan One Way Lokal KM 132 hingga KM 70 Tol Trans Jawa Pagi Ini
-
Menlu Amerika Serikat Klaim Ada Kemajuan Pembicaraan dengan Iran