Keputusan ini semakin memperkuat spekulasi bahwa penutupan tersebut berkaitan dengan pengungkapan ladang ganja.
5. Aturan Ketat Drone Memicu Kecurigaan
Aturan ketat soal penerbangan drone di Bromo, yang mengharuskan izin khusus dengan biaya mencapai Rp2 juta, menjadi bahan spekulasi netizen.
Banyak yang menduga aturan ini bertujuan untuk menghalangi pengungkapan ladang ganja dari udara.
6. DPR RI Memanggil Kementerian Kehutanan
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyatakan pihaknya akan memanggil Kementerian Kehutanan untuk meminta penjelasan terkait keberadaan ladang ganja di kawasan taman nasional.
DPR juga mendorong aparat untuk mengusut tuntas kasus ini.
7. Dugaan Ladang Ganja di Taman Nasional Lain
DPR khawatir bahwa kasus ini bukanlah yang pertama dan satu-satunya.
Baca Juga: Geger Ladang Ganja di Bromo! Ketua DPR Puan Maharani Turun Tangan
Mereka menegaskan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut agar tidak ada ladang ganja tersembunyi di taman nasional lain yang berada di bawah kendali pemerintah.
Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan publik menanti tindakan tegas aparat dalam mengungkap aktor di balik keberadaan ladang ganja di kawasan konservasi ini.
Itulah 7 fakta dari munculnya ladang ganja di Gunung Bromo dan Semeru beserta kontroversi dan dugaan netizen.
Sehingga apakah benar Gunung Bromo dan Semeru selama ini dikenal sebagai destinasi wisata alam yang memukau, tetapi kini terseret dalam pusaran kontroversi mengejutkan.
Apalagi keputusan mendadak menutup kawasan wisata dan aturan ketat soal drone akan semakin memicu spekulasi liar di tengah publik.
Benarkah ini sekadar kelalaian pengawasan, atau ada sesuatu yang lebih besar yang sengaja ditutupi?
Lalu bagaimana mungkin di tengah kawasan konservasi yang seharusnya diawasi ketat oleh pemerintah, malah terdapat ratusan tanaman ganja bisa tumbuh subur?
Bagaimana menurut pendapat kalian mengenai temuan ladang ganja ini?
Berita Terkait
-
Geger Ladang Ganja di Bromo! Ketua DPR Puan Maharani Turun Tangan
-
Soal Temuan Ladang Ganja di Bromo, DPR Bakal Panggil Kemenhut: Jangan-jangan Bukan Hanya di Sana
-
Viral 59 Titik Ladang Ganja di Gunung Bromo, Netizen Kaitkan dengan Larangan Penerbangan Drone
-
Lagi Jadi Omongan, Segini Tarif Terbangkan Drone di Kawasan Gunung Bromo
-
Rumah Jermaine Pennant Jadi Ladang Ganja, Punya Fasilitas Mewah Kolam Renang Hingga Lapangan Tenis
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali