Wapres mengingatkan bahwa dalam pelaksanaannya, hilirisasi tidak boleh mengesampingkan aspek sosial, lingkungan, dan keberlanjutan. Ia menekankan bahwa ancaman perubahan iklim sudah nyata dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
"Dampak dari perubahan iklim ini sudah ada di depan mata. Kekeringan, banjir, lalu kenaikan air laut, ini adalah ancaman yang nyata," katanya.
Untuk menegaskan urgensi isu lingkungan, Wapres Gibran bahkan meminta ditampilkan foto-foto terbaru dari bencana yang melanda Bekasi dan Sukabumi, Jawa Barat, dalam beberapa minggu terakhir.
"Bapak-Ibu, ini adalah kejadian di beberapa kota dalam beberapa minggu ini," katanya, seraya menunjukkan gambar-gambar dampak perubahan iklim yang semakin nyata di berbagai daerah.
Wapres pun mengajak para pelaku usaha untuk mencari keseimbangan antara percepatan hilirisasi dan pelestarian lingkungan.
"Kita genjot hilirisasi, tapi juga harus wajib menjaga lingkungan. Kita genjot produksi pertanian, tapi juga harus menjaga keseimbangan alam," katanya.
Gibran Rakabuming Raka juga membuat heboh saat ikut membantu Youtuber Bobon Santoso memasak buat ribuan warga yang berkumpul di Lapangan Rengas, Palmerah, Jakarta Barat, untuk menonton pertandingan tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia versus Australia sambil menunggu jam berbuka puasa.
Bobon Santoso, seorang juru masak yang dikenal publik karena konten-konten memasak dalam jumlah banyak di media sosial, memasak menu tongseng daging dan es semangka bersama Gibran yang kemudian dibagikan kepada warga saat mereka nonton bareng (nobar) pertandingan Indonesia vs Australia.
“Kegiatan masak besar menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara berbagai pihak dapat menghadirkan manfaat yang luas bagi banyak orang,” kata Wapres Gibran sebagaimana dinarasikan oleh siaran resmi Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah PDIP di Balik Aksi Indonesia Gelap?
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah PDIP di Balik Aksi Indonesia Gelap?
-
CEK FAKTA: Program Tambal Ban Gratis Pemkot Solo, Nyata atau Palsu?
-
Dulu Lempar Sindir, Anak Gus Dur Kini Tampak Akrab dengan Gibran Rakabuming
-
CEK FAKTA: Puan Maharani Ditangkap KPK, Megawati Pingsan!
-
Cek Fakta: Ridwan Kamil Ditahan KPK Pertengahan Maret 2025
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja
-
Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!
-
Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia
-
Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri
-
Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras
-
Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret
-
Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia
-
Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya
-
WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir
-
Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban