Suara.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer menyambangi Habib Rizieq Syihab (HRS) di Markas Front Persaudaraan Islam (FPI), Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan, kedatangan pria yang karib disapa Noel ini ke Markas FPI dalam rangka silaturahmi dan halal bihalal Idul Fitri. Aziz menegaskan dalam pertemuan tersebut tidak ada agenda politik terselubung dalam kehadiran Noel.
“Kedatangan beliau (Noel) dalam kapasitas sebagai sahabat dan saudara untuk bersilaturahmi dalam momen Idulfitri. Tidak ada agenda politik atau hal lain di luar itu,” ujar Aziz, kepada wartawan, Rabu (2/4/2025).
Aziz mengatakan, Noel dan HRS sempat berbincang santai sambil menikmati hidangan khas Lebaran yang disajikan.
Noel sempat menyampaikan harapannya agar seluruh elemen bangsa dapat menjaga persatuan dan kesatuan dalam suasana Idulfitri yang penuh berkah ini.
Dalam kesempatan yang sama, Habib Rizieq menyambut baik kunjungan Noel untuk bersilaturahmi. Ia menegaskan bahwa Islam selalu mengajarkan persatuan dan ukhuwah Islamiyah, termasuk dengan siapa pun yang ingin menjalin hubungan baik.
“Kita ini satu bangsa, mari kita bersama-sama membangun negeri ini dengan semangat ukhuwah,” kata Aziz menirukan ucapan Habib Rizieq.
Sememtara itu, Noel juga mengaku, kunjungannya ke Markas FPI juga murni atas keinginannya. Ia bahkan mengaku jika kedatangannya bukan karena perintah dati Prabowo Subianto selaku Kepala Negara.
“Nggak ada lah masa disuruh-suruh, model kayak saya mana bisa disuruh. Yang bisa merintah saya, pikiran saya dan keyakinan saya,” jelasnya.
Baca Juga: Pengemudi Ojol Ngeluh BHR Cuma Dapat Rp50 Ribu, Wamenaker: Aplikator Rakus! Kita Akan Panggil
Usai bertemu Rizieq, Noel juga mengaku Rizieq merupakan orang yang memiliki pemikiran luar biasa. Noel menilai, Rizieq Shihab sangat menghargai perbedaan.
Pasalnya, Rizieq pasti tahu persis antara dirinya dengan Noel memiliki perbedaan pandangan politik. Terutama saat 2014-2019, saat ia berada di pihak yang berseberangan.
“Pesannya, pak Habib Rizieq soal demokrasi, soal perbedaan. Beliau tahu sekali bahwa saya kan pendukungnya Pak Jokowi kemarin ya,” kata Noel.
“Artinya beliau punya pemikiran yang luar biasa. Artinya perbedaan itu dianggap biasa. Dalam Islam, di FPI bahkan,” imbuhnya.
Sebabnya, Noel justru ragu dengan narasi-narasi yang selama ini menyebut jika FPI dan Rizieq Shihab merupakan organinasi dan tokoh radikalisme.
“Jadi ya selama ini narasi-narasi terkait radikalisme dan sebagainya, sebetulnya sudah terbantahkan hari ini dengan saya hadir di markas besar FPI,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Usai Bertemu Habib Rizieq Shihab, Wamenaker Noel Jadi Ragu dengan Narasi yang Menuding FPI Radikal
-
Dinilai Jadi Penghambat, Wamenaker Cari Cara Hapus Pembatasan Usia Pelamar Kerja
-
Wamenaker Murka! Aplikator Ojol 'Rakus' Kasih Bonus Hari Raya Cuma Rp50 Ribu
-
Wamenaker Noel Sowan ke Markas FPI, Habib Rizieq Minta Tekan Angka Pengangguran
-
Pengemudi Ojol Ngeluh BHR Cuma Dapat Rp50 Ribu, Wamenaker: Aplikator Rakus! Kita Akan Panggil
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah