Suara.com - Pengamat Politik dari lembaga kajian GREAT Institute, Khalid Zabidi menyoroti soal pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. Keduanya akhirnya bertemu pada momen Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah setelah lama direncanakan.
Khalid mengatakan, pertemuan ini merupakan babak baru hubungan antara pemerintah dengan PDI-Perjuangan. Sebab, kedua kubu belakangan ini kerap berada di posisi berseberangan.
Mulai dari saat perselisihan PDIP dengan Presiden ketujuh RI Joko Widodo, dukungan di Pemilihan Presiden (Pilpres), hingga pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.
"Pertemuan antara Presiden RI kedelapan Prabowo Subianto dan Presiden RI kelima Megawati Sukarnoputri menandakan babak baru hubungan politik Megawati Sukarnoputri Ketua Umum PDIP dan pemerintah," ujar Khalid kepada wartawan, Kamis (10/4/2025).
Ia juga menyoroti sikap Prabowo yang tetap berbesar hati menyambangi kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat meski sudah menjadi kepala negara.
"Di sini tampak kebesaran hati Prabowo yang saat ini sudah berstatus kepala negara bertamu datang ke kediaman Megawati Sukarnoputri di Teuku Umar, demi berpolitik yang mengedepankan kepentingan nasional penuh dengan jiwa kenegarawanan," kata Khalid.
Kemudian, ia juga menyoroti peran Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad yang intens melakukan komunikasi politik di antara kedua belah pihak.
Dasco disebutnya memang sudah berpengalaman membangun rekonsiliasi politik nasional saat bangsa menghadapi suasana keterbelahan selepas Pilpres 2019. Saat itu, Prabowo Subianto bergabung masuk ke dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Mar'uf Amin.
"Ini jadi kali kedua, Sufmi Dasco melakukan langkah membangun rekonsiliasi politik setelah saat usai Pilpres 2019 di mana Prabowo masuk ke dalam pemerintahan Jokowi sebagai menhan" terang Khalid.
Baca Juga: MUI Minta Prabowo Belajar Lagi Sejarah Zionis Israel: Jangan Tertipu Mulut Manis Mereka!
Sementara, Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pancasila, Sudarto menyebut pertemuan itu penting bagi kedua belah pihak.
"Pertemuan 2 tokoh ini sangat penting buat bangsa setelah tercabik-cabik usai Pilpres 2024 lalu, pertemuan antara Prabowo dan Megawati ini menjadi simbol persatuan dan kekompakan untuk bersama membangun Indonesia," katanya.
Apalagi, saat ini situasi dunia dan Indonesia sedang mengalami tekanan ekonomi dunia yang sedang tidak menentu.
"Kami patut mengapresiasi langkah rekonsiliasi politik kedua tokoh bangsa ini, mengingat situasi terkini dunia yang sedang mengalami ketidakpastian ekonomi dan politik," pungkasnya.
Hangat dan Penuh Kekeluargaan
Sebelumnya, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan soal pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri pada Senin (7/4/2025) malam.
Berita Terkait
-
MUI Minta Prabowo Belajar Lagi Sejarah Zionis Israel: Jangan Tertipu Mulut Manis Mereka!
-
Rencana Tampung Warga Gaza Tuai Pro-Kontra, Ini Wanti-wanti DPR ke Prabowo
-
Diprotes MUI, PKS Malah Dukung Wacana Prabowo Tampung Warga Gaza: Ini Beda dari Ide Gila Trump
-
MUI Protes Rencana Prabowo Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia: Jangan Mau Dikadalin Israel!
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
Terkini
-
Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret
-
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
-
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS