Suara.com - Fenomena mengejutkan tengah menjadi sorotan publik, ratusan calon dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) memilih mundur sebelum resmi bertugas.
Kabar yang beredar menyebutkan ada sebanyak 714 calon dosen dari formasi CPNS tahun 2024 di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) yang menyatakan pengunduran diri.
Dari jumlah itu, 653 orang mengundurkan diri secara resmi, sementara 61 lainnya dianggap mengundurkan diri karena tidak mengisi riwayat hidup digital dalam sistem pendaftaran nasional.
Menanggapi hal ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengonfirmasi adanya pengunduran diri massal tersebut, meski pihaknya masih memverifikasi angka pastinya.
"Calon dosen ASN yang mengundurkan diri sedang kami cek terlebih dahulu berapa jumlahnya. Saya memang pernah mendengar sekitar 700, tapi kami tentunya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu," kata Rini.
Lebih lanjut, Rini menjelaskan bahwa alasan utama pengunduran diri adalah terkait penempatan kerja.
Banyak dari mereka, menurut Rini, keberatan dengan lokasi tugas yang jauh dari domisili atau tidak sesuai ekspektasi.
"Ini rata-rata karena memang masalah penempatan atau penugasan yang akan mereka dapatkan," ujarnya.
Rini juga menegaskan bahwa sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), semestinya para pelamar sudah siap ditempatkan di mana pun, sebagaimana prinsip dasar ASN.
Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Pemicu Dosen ASN Demo Soal Tukin: Nominalnya Lebih Tinggi dari Tunjangan Profesi
"Memang sebagai CPNS tentunya, kita memang harus siap untuk ditempatkan di mana saja. Nah, ini yang mungkin perlu kami lakukan pengecekan, karena pengisian data ASN ini itu masih berlangsung di seluruh instansi pemerintahan," katanya.
Persoalan Sistemik
Fenomena pengunduran diri massal ini bukan sekadar insiden administratif, melainkan indikasi dari persoalan struktural dalam rekrutmen dan manajemen SDM pendidikan tinggi.
Menurut laporan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2022, sistem rekrutmen ASN, terutama dosen, masih belum sepenuhnya transparan dalam memberi informasi soal lokasi tugas, jenjang karier, hingga tunjangan.
Banyak pelamar hanya mengetahui tempat penempatan setelah dinyatakan lulus seleksi, tanpa punya kesempatan untuk memilih atau bahkan berdiskusi.
Selain itu, riset dari Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) pada 2023 mencatat bahwa sekitar 41 persen lulusan perguruan tinggi di Indonesia lebih memilih bekerja di kota besar karena faktor infrastruktur, peluang riset, serta akses terhadap jaringan akademik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa