Ia menolak tinggal di istana keuskupan dan lebih memilih hidup di sebuah apartemen kecil, memasak makanannya sendiri, dan selalu menjaga jarak dari kemewahan.
Paus Pertama dari Amerika Latin dan Yesuit Pertama di Takhta Santo Petrus
Pada 13 Maret 2013, dalam sebuah Konklaf bersejarah, Jorge Mario Bergoglio terpilih sebagai Paus ke-266, menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri.
Ia membuat sejarah sebagai Paus pertama dari benua Amerika, Paus pertama dari ordo Yesuit, dan Paus pertama yang mengambil nama Fransiskus, merujuk pada Santo Fransiskus dari Assisi, simbol kerendahan hati, kemiskinan, dan cinta kasih terhadap ciptaan.
Pemilihan nama "Fransiskus" menjadi pertanda arah kepemimpinannya—Gereja yang dekat dengan rakyat, yang melayani bukan menghakimi, dan yang berpihak kepada mereka yang tertindas.
Sejak awal kepausannya, Paus Fransiskus menolak tinggal di Istana Apostolik dan memilih menetap di Casa Santa Marta, sebuah rumah tamu sederhana di dalam Vatikan.
Ia dikenal lebih sering naik mobil kecil Fiat atau Ford Focus daripada kendaraan mewah Kepausan.
Reformator, Pembela Kaum Kecil, dan Suara Moral Dunia
Paus Fransiskus dikenal luas sebagai pemimpin yang membawa angin segar dalam Gereja Katolik.
Ia mendorong transparansi keuangan Vatikan, menertibkan lembaga keuangan gereja, dan mengambil sikap tegas terhadap skandal pelecehan seksual yang melukai Gereja.
Lebih dari itu, ia tampil sebagai suara moral dunia yang vokal dalam isu-isu global: perubahan iklim, kemiskinan ekstrem, migrasi, konflik bersenjata, hingga ketidakadilan ekonomi.
Baca Juga: Vatikan: Paus Fransiskus Meninggal Dunia
Ia tidak segan berbicara tentang keserakahan dalam kapitalisme modern, memperingatkan bahaya ideologi eksklusif, dan terus mendorong Gereja untuk membuka diri terhadap mereka yang selama ini merasa tersingkir: kaum miskin, pengungsi, kaum LGBTQ, perempuan, dan korban kekerasan.
Kesehatan dan Akhir Hidup
Meski bersemangat dalam berkarya, Paus Fransiskus tidak lepas dari masalah kesehatan.
Pada usia muda, ia menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru akibat infeksi serius.
Di usia lanjut, ia semakin sering terserang masalah pernapasan.
Pada 14 Februari 2025, ia dirawat karena bronkitis yang kemudian berkembang menjadi pneumonia bilateral.
Setelah dirawat selama 38 hari di Rumah Sakit Gemelli, ia kembali ke Vatikan untuk masa pemulihan. Namun, kesehatannya tak kunjung membaik.
Berita Terkait
-
Vatikan: Paus Fransiskus Meninggal Dunia
-
Jauh-jauh dari Tasikmalaya Demi Ikut Misa Paskah di Katedral Jakarta, Martin: Gpp Setahun Sekali
-
Peringatan Jumat Agung, Gereja Katedral Jakarta Gelar Visualisasi Jalan Salib
-
15 Ucapan Paskah Bahasa Jawa 2025: Menyentuh Hati & Penuh Berkah!
-
Semana Santa di Larantuka: Tradisi Trewa Awali Pekan Suci Paskah dengan Pembatasan Kegembiraan
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Nyawa Donald Trump Terancam, Keamanan Gedung Putih Jebol Diteror Mobil Van
-
Dari Semua Penjuru Mata Angin, Rudal Iran dan Roket Hizbullah Hantam Wilayah Israel
-
Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
-
Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
-
Memahami Status Siaga 1 TNI: Ancaman Global, Kritik Pengamat, dan Apa Dampaknya bagi Publik?
-
Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah Diminta Gus Ipul Segera Dipercepat
-
Perkuat Pendidikan, Wamensos Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Maybrat
-
Anies Ingatkan Indonesia Tak Boleh Bungkam di Tengah Ketidakadilan Global: Ada Kontrak dengan Dunia