Suara.com - Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro, mengaku prihatin lantaran eks pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) yang diduga menjadi korban eksploitasi dan penyiksaan hingga kekinian belum mendapatkan pemulihan secara fisik, psikis, ekonomi hingga sosial.
Hal itu disampaikan Atnike dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2025).
"Komnas HAM turut merasa prihatin bahwa para pengadu dan para korban yang dulu anak-anak hingga dewasa pada saat ini, belum juga mendapatkan pemulihan kerugian fisik, psikis, ekonomi maulun sosial," kata Atnike.
Untuk itu, ia meminta pemerintah untuk menjamin pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak.
"Komnas HAM mendorong negara untuk menjamin pemenuhan dan perlindungan Hak-Hak anak sebagaimana dijamin dalam Konvensi Hak Anak seperti, memiliki identitas dan ikatan keluarga, mendapat pendidikan yang berkualitas, mendapat perlindungan dari kerja yang merugikan kesehatan hingga mendapatkan perlindungan dari eksploitasi dalam bentuk apapun yang merugikan anak," katanya.
"Komnas HAM menolak segala bentuk eksploitasi anak yang bersifat komersil atau segala bentuk perbudakan atau praktik-praktik sejenis perbudakan yang merupakan bentuk-bentuk terburuk kerja anak sebagaimana diatur dalam Konvensi ILO 182/1999," sambungnya.
Sebelumnya, Komisi III DPR RI menerima aduan eks pemain sirkus dari Oriental Circus Indonesia (OCI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/4/2025). Mereka mengaku hanya ingin mencari keadilan.
Dalam agenda ini Komisi III DPR memfasilitasi mereka beraudiensi dengan pihak Komnas HAM, Taman Safari, hingga Polda Jawa Barat.
Salah satu mantan pemain sirkus bernama Yuli menyampaikan soal apa yang dialaminya. Ia mengaku mendapat perlakuan tak mengenakan.
Baca Juga: Ada Pelanggaran HAM Berat, Kuasa Hukum Eks Pemain Sirkus OCI Desak Kasus Dibawa ke Pengadilan HAM
"Kita ini semuanya kabur pak. Kabur dari sirkus itu jadi kita memang sebisa mungkin bersembunyi dari mereka agar nggak ketangkap. Soalnya saya pernah kabur tahun 86, saya ditangkap, dipukuli. Kakak saya pun gitu, kabur, ditangkap, dipukuli," kata Yuli.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni yang memimpin rapat menyampaikan pertanyaan kepada Fifi siapa yang melakukan penyiksaan terhadapnya.
"Tangkep, pukulin. Oleh pihak?," kata Sahroni.
"Pihak sircus. Itu yang melakukan Pak Frans Manansang," jawab Yuli.
"Itu sudah disampaikan ke kuasa hukum?," timpal lagi Sahroni. Kemudian dijawab sudah oleh Yuli
"Waktu itu saksinya siapa?," tanya Sahroni.
"Temen-temen," kata Yuli.
Lebih lanjut, Sahroni menannyakan soal apa yang menjadi keberatan dari para pemain sirkus tersebut. Sontak Fifi menegaskan dirinya hanya ingin mencari keadilan.
"Sekarang apa unek-unek ibu untuk disampaikan di sini di ruang inu. Apa harapan atas apa yang telah ibu terima waktu itu," kata Sahroni.
"Ya kita mencari keadilan, Pak," jawab Yuli.
"Ya kita bagaimana baiknya lah. Kita pengennya mereka diadili apa bagaimana. Soalnya kan kalau saya tidak menerima yang seperti Fifi sampai disetrum, seperti Butet dikasih kotoran gajah mulutnya," pungkasnya.
Bantahan OCI
Di hadapan wakil rakyat, Pendiri Oriental Circus Indonesia (OCI), Jansen Manansang, membantah dugaan penyiksaan atau eksploitasi terhadap eks pemain sirkus. Ia pun menyampaikan cerita menurut versi dirinya.
Hal itu disampaikan Jansen Manansang dalam audiensi dengan eks pemain sirkus OCI di Komisi III DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/4/2025).
"Mungkin saya ingin klarifikasi dulu, tidak sepihak karena sekarang kan kita sudah dirugikan nama nama, dirugikan ke mana-mana. Maklum media-media yang tidak bertanggung jawab dan belum ada kebenarannya tentu kami juga minta komisi III ada keadilan bagi kami," kata Jansen.
Ia pun meminta izin agar bisa menjelaskan keterangan menurut versi dirinya soal kasus tersebut.
"Saya mungkin menjelaskan dulu supaya mengimbangkan, karena daya terus membungkam dan pihak sirkus membungkam karena ini sudah almarhum juga orang tua kami," katanya.
Jansen lantas mencontohkan bagaimana pihaknya mengaku bertanggung jawab penuh terhadap pemain sirkus yang mengalami kecelakaan saat bermain sirkus. Ia mengaku pernah mempertanggungjawabkan pemain sirkus bernama Ida.
"Jadi kita tidak sewenang-wenang ditelantarkan, tidak pak sampai akhirnya yaitu terapi, ada juga puluhan juta terapinya," ungkapnya.
Berita Terkait
-
DPR Usul Dibentuk Tim Pencari Fakta Usut Dugaan Eksploitasi Eks Pemain Sirkus OCI
-
Belum Ada Titik Temu Kasus Dugaan Penyiksaan Eks Pemain Sirkus, Komisi III: Pening Pala Kita!
-
Jansen Manansang Buka Suara Soal Kasus OCI: Pemain Sirkus Sulit Diawasi
-
Ada Pelanggaran HAM Berat, Kuasa Hukum Eks Pemain Sirkus OCI Desak Kasus Dibawa ke Pengadilan HAM
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi