Suara.com - YR alias Acil, seorang pelajar di Tanjung Priok, Jakarta Utara kini terpaksa mesti meringkuk di sel tahanan karena ulah sadisnya. Acil membacok rekannya sendiri berinisial LH hingga tewas.
Peristiwa pembacokan yang menewaskan korban terjadi setelah pelaku menenggak minuman beralkohol di Jalan Enggano, Kelurahan Tanjung Priok pada Jumat (18/4/2025) lalu.
Perihal penangkapan terhadap Acil diungkapkan oleh Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara AKP Seno Pradana.
“Pelaku ini dijerat pasal 351 ayat (3) KUHP tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” beber AKP Seno Pradana sebagaimana dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat (25/4/2025).
AKP Seno mengatakan pelaku ini ditangkap pada Sabtu (19/4) sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Enggano Nomor 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Kami mengamankan barang bukti berupa parang dan pakaian yang digunakan saat membacok,” beber sang Kanit.
Seno Pradana juga membeberkan aksi pembacokan sadis setelah Acil mabuk-mabukan bersama rekan-rekannya.
Menurutnya, aksi pembacokan ini terjadi pada Jumat (18/4) saat korban dan rekan-rekannya berkumpul di asrama sekitar pukul 15.00 WIB. Pada saat korban berkumpul, tersangka ini baru selesai masak ayam dan nasi.
Kemudian korban memakan hasil masakan tersebut bersama tersangka dan dua rekan lainnya Z dan S yang menjadi saksi dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Diutus Prabowo Melayat Paus: Jokowi, Thomas, Pigai, hingga Ignasius Jonan Terbang ke Vatikan
Kemudian saksi S pergi membeli minuman alkohol untuk dikonsumsi bersama hingga minuman tersebut habis pada pukul 17.30 WIB. Lalu saksi S kembali membeli minuman dan mereka berempat kembali berkumpul sambil menenggak minuman keras alias miras.
Kemudian tersangka bercerita dengan saksi S. Jarak tersangka dengan korban tidak begitu jauh kurang lebih setengah meter atau bersebelahan, dan saat itu tersangka mendengar bahwa korban sedang membicarakan tersangka dan membuat dirinya tersinggung.
Selanjutnya tersangka menghampiri dan menanyakan hal tersebut mengapa korban membicarakan dirinya dan mendengar jawaban korban tidak mengenakkan. Tersangka kemudian menyuruh kedua saksi untuk meninggalkan ruangan tersebut.
“Di ruangan itu tinggal tersangka dan korban. Lalu pelaku ini mengambil parang di atas lemari dan membacok korban tiga kali ke arah kepala, tangan, dan pundak,” kata dia.
Diketahui, aksi kriminalitas di Tanjung Priok, Jakarta Utara masih saja terjadi. Belum lama ini, seorang wanita paruh baya berinisial SHK (59) yang diduga dibunuh di Jalan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (14/3/2025).
"Kami baru mendapat informasi itu tepat di hari Jumat bahwa ada ditemukan jenazah dan kami lakukan pengembangan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Utara AKBP Benny Cahyadi di Jakarta, Sabtu seperti ditulis Antara.
Benny mengatakan, penemuan jasad korban itu bermula saat para tetangga curiga karena SHK tidak pernah terlihat oleh para tetangga sejak Kamis (13/3) sore.
Kemudian, salah satu warga berinisiatif mengecek SHK di dalam rumahnya dan ternyata sudah dalam keadaan meninggal di dapur. Selanjutnya, warga melaporkan peristiwa itu ke polisi.
Benny Cahyadi mengatakan, SHK tewas diduga dibunuh karena ditemukan beberapa luka akibat benda tajam di tubuhnya.
"Memang ada luka di bagian kepala, bagian bibir, lebam, kemudian ada luka bacok di bagian kepala," beber Kapolres.
Kekinian polisi pun masih menyelidiki kasus tersebut guna mencari siapa pelaku yang diduga telah menghabisi nyawa wanita paruh baya itu.
Berita Terkait
-
Diutus Prabowo Melayat Paus: Jokowi, Thomas, Pigai, hingga Ignasius Jonan Terbang ke Vatikan
-
Heboh Video Monolog Gibran, Golkar: Kadang jadi Wapres Serba Salah, Untung Prabowo Gak Baperan!
-
Cuma Baru Soekarno, KSBSI soal Kabar Prabowo Mau Temui Buruh saat Mayday: Kami Acungi Jempol
-
Viral Pelaku Tawuran di Tanjung Priok Mundur usai Digertak Emak-emak: Gue Gak Takut Sama Lo!
-
Ngeri! Berlagak Bang Jago, Pemuda Mabuk di Jakbar Serang Polisi Pakai Pisau Sangkur
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!