Suara.com - Kuasa hukum mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), yang diduga tewas akibat pengeroyokan, Kenzha Erza Walewangko, Manotar Tampubolon melaporkan Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, dan Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Armunanto Hutahaen ke Propam Polri.
Pelaporan ini dilakukan akibat penanganan perkara kematian Ezra dilakukan dengan tidak secara profesional.
“Kami melaporkan Kapolres Jakarta Timur, Kasat Serse Polres Jakarta Timur, dan juga penyidik-penyidik perkara yang menangani kasus tewasnya Kenzha diduga di Kampus Universitas Kristen Indonesia di Jakarta Timur yang hingga saat ini tidak jelas penanganannya, dan terkesan sangat tidak profesional,” kata Manotar saat di Mabes Polri, Jumat (25/4/2025).
Pelaporan ini juga akibat dugaan tidak adanya keterbukaan petugas kepada pihak keluarga. Adapun, laporan tersebut terdaftar dengan Nomor: SPSP2/001832/IV/2025/BAGYANDUAN.
“Maka dengan itu kuasa hukum dari keluarga, telah melaporkan penyidik secara resmi di Divisi Propam Polri hari ini,” ucapnya.
Manotar juga menduga jika para penyidik mengingkari hasil otopsi dari RS Polri. Selain itu, terlalu gampang menganggap kematian Kenzha akibat terlalu banyak mengkonsumsi alkohol.
“Polres Jakarta Timur kami duga kuat mengingkari hasil otopsi dari Rumah Sakit Polri Jakarta Timur dan terlalu gampang mengatakan bahwasannya kematian Kenzha itu adalah akibat dari minuman keras atau alkohol,” ucap Manotar.
Para teradu, lanjut Manotar, diduga melanggar kode etik profesi Polri karena tidak profesional dalam menyelidiki kasus lantaran penyidikan tidak terbuka kepada keluarga dan tanpa dilibatkan saat gelar perkada dilakukan.
Lebih lanjut dia menyatakan, pemeriksaan saksi pun belum dilakukan menyeluruh oleh penyidik, termasuk saksi kunci pengeroyokan. Manotar mengatakan, saksi kunci itu adalah teman korban yang mengetahui adanya dugaan pengeroyokan.
Baca Juga: Kasus Kematian Kenzha Mahasiswa UKI Ditutup, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
“Sementara ada beberapa saksi kunci yang hingga saat ini belum diperiksa oleh penyidik di Polres Jakarta Timur yang melihat kejadian dan mereka ada di TKP saat itu. Akan tetapi pihak Polres Jakarta Timur atau penyidik di sana tidak memanggil mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Ayah Kenzha, Eben Haezar Happy Walewangko, menambahkan bahwa kondisi jasad anaknya bahkan penuh lebam yang memperkuat dugaan adanya pengeroyokan. Sebabnya, ia menduga adanya rekayasa yang dilakukan dalam kasus ini.
“Ini ada tapak sepatu ini sampai berbekas. Apakah ini yang dinamakan kecelakaan. Ini tapak sepatu yang mungkin gerakan yang saya tidak tahu ini sangat sadis ini. Sampai tapaknya masih melekat, sampai biru-biru ini ditubuh,” ucap Happy.
Happy juga mengungkap bahwa bagian kepala anaknya bocor diduga karena pukulan benda tumpul. Lalu, luka memar terdapat di bagian tangan jasad Kenzha.
“Iya kami berharap bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan berkeadilan dan benar,” tutup Happy.
Kasus Kematian Kenzha Mahasiswa UKI Ditutup
Berita Terkait
-
Kasus Kematian Kenzha Mahasiswa UKI Ditutup, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Teman Mabuk hingga Penjual Miras Ikut Diperiksa Polisi, Pemicu Tewasnya Mahasiswa UKI Tersingkap?
-
Mahasiswa UKI Tewas usai Pesta Miras di Kampus, Legislator PDIP: Gak Zaman Lagi 'Main' Pakai Otot
-
Misteri Kematian Mahasiswa UKI: Polisi Jamin Transparansi, Titik Terang Segera Muncul?
-
Tewas usai Pesta Miras di Kampus, Polisi Gelar Prarekontruksi Kasus Mahasiswa UKI Hari Ini
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka