Suara.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai semakin masif menonjolkan dirinya ke publik untuk memperlihatkan eksistensinya sebagai orang nomor 2 di Indonesia. Namun, sayangnya upaya itu tidak kunjung berhasil curi atensi publik.
Pengamat politik Rocky Gerung bahkan blak-blakan mengkritik Wapres Gibran yang tak lain adalah putra sulung mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Menurutnya, Gibran tidak cukup mumpuni sebagai wapres untuk menghadapi situasi politik dan ekonomi internasional saat ini.
"Memang ada kapasitas yang enggak cukup. Jadi salah asuh dari awal oleh ayahnya yang dengan cepat-cepat menyodorkan Gibran ke wilayah politik. Padahal, dia (Wapres Gibran) sebetulnya masih sangat belia untuk memahami rumitnya dan kompleksitas dari dunia politik," kata Rocky Gerung seperti dikutip Suara.com dari tayangan video pada kanal YouTube pribadinya, Kamis (29/4/2025).
Rocky Gerung menyebutkan kalau wapres juga harus terlibat aktif menyusun konsep negara dalam menyikapi situasi global. Akan tetapi, hal tersebut dinilai tidak mungkin bisa dilakukan oleh putra sulung Joko Widodo (Jokowi) tersebut.
Terlihat saat ini, lanjut Rocky, kalau tim komunikasinya justru hanya mengambil momen seolah mengingatkan publik atas posisi Gibran sebagai wakil presiden. Padahal yang diperlukan saat ini harusnya memperlihatkan kapasitasnya untuk mendeteksi potensi dari kerawanan global.
"Dari segi konsep pasti Pak Gibran tidak mampu di situ. Jadi tim wakil presiden ini enggak ngerti bahwa dunia sedang berubah dan semua orang menghendaki ada kecerdasan keluar dari isi kepala wakil presiden, isi kepala para menteri, supaya terlihat bahwa Indonesia memang bersiap untuk menghadapi potensi tertinggi," beber Rocky Gerung.
Situasi global yang tidak stabil, ditandai dengan adanya perang dagang, menurut Rocky tidak bisa dianggap sepele.
Rocky Gerung menjelaskan bahwa apabila perang dagang internasional terus berkepanjangan akan memicu pada krisis politik. Dalam jangka panjang, krisis politik itu hanya terselesaikan melalui pertarungan militer atau terjadinya perang senjata.
Usulan Rocky Gerung ke Prabowo
Baca Juga: Usul Segera Reshuffle Kabinet, Rocky Gerung Wanti-wanti Ini ke Prabowo
Dalam siniar tersebut, Rocky Gerung juga menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto segera melakukan perombakan atau reshuffle menteri di kabinet pemerintahannya. Usulan reshuffle itu disampaikan Rocky saat menyikapi situasi global yang tengah terjadi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) versus Tiongkok.
"Jadi kalau terjadi reshuffle itu bukan sekadar mengganti orang yang yang tidak berwawasan atau gagal untuk menyelenggarakan visi dari Presiden Prabowo. Tapi juga orang yang betul-betul secara ideologis paham jenis kebijakan baru atau jenis ekonomi baru menghadapi situasi perang dagang ini," beber Rocky Gerung dalam siniar di akun Youtube pribadinya yang dilihat Suara.com pada Selasa.
Rocky Gerung beranggapan kalau Prabowo memang sudah seharusnya segera merombak jajaran kabinetnya. Karena susunan Kabinet Merah Putih saat ini dinilai sudah tidak mampu menyusun kebijakan ekonomi, politik, juga pertahanan.
Ketegangan politik global, salah satunya dipicu karena perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, menurut Rocky, cukup jadi pemicu Prabowo untuk merevisi kabinet dan memastikan jajaran anak buahnya bisa bekerja untuk menjaga stabilitas dalam negeri juga memiliki pengetahuan tentang global politik.
Rocky Gerung menyebutkan, pada akhirnya setiap anggota kabinet tersebut yang akan jadi sumbu untuk lakukan bergai negosiasi, seperti negosiasi ekonomi, politik, hak asasi manusia, hingga lingkungan di dalam forum internasional.
"Maka setiap menteri kabinet itu harus orang yang juga punya perspektif global security," ucap Rocky Gerung.
Berita Terkait
-
Usul Segera Reshuffle Kabinet, Rocky Gerung Wanti-wanti Ini ke Prabowo
-
Sebut Anggaran Fantastis MBG Irasional, Ekonom Ferry Latuhihin: Kok Maksa Banget, Ini Proyek Siapa?
-
Bawa Saksi ke Polisi, Relawan Tepis Polisikan Roy Suryo Cs karena Arahan Jokowi: Ini Murni...
-
Fachrul Razi Dkk Desak Wapres Gibran Dicopot, PPAD: Bukan Wakili Seluruh Purnawirawan TNI AD!
-
Forum Purnawirawan TNI Desak Gibran Dicopot, Feri Amsari: Kalau Mau Diusulkan Pemakzulan ke DPR
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras
-
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran
-
Serangan Air Keras Aktivis KontraS Disorot PBB, Wamen HAM Desak Polisi Percepat Penyelidikan
-
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran
-
Bahlil Tawarkan Ekspor Listrik Surya ke Singapura, Kepri Disiapkan Jadi Kawasan Industri Hijau
-
Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya
-
Teror Penyiraman Air Keras: LPSK Berikan Perlindungan Darurat Bagi Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Mudik Lebih Santai? Menhub Ajak Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Macet