News / Metropolitan
Senin, 05 Mei 2025 | 07:10 WIB
Ilustrasi tawuran di Manggarai. (Foto: bidik layar video Instagram/merekam jakarta)

Sebelumnya, Dedi telah mengirim sejumlah siswa yang dianggap bermasalah untuk dididik di barak militer pada Kamis (1/5/2025).

Setidaknya ada 39 siswa yang telah dikirim ke Resimen Artileri Medan (Armed) 1/Sthira Yudha, Batalyon Artileri Medan 9, Kabupaten Purwakarta.

Usulan Pramono untuk mengikuti cara Dedi Mulyadi disampaikan oleh Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli. Ia mengaku sepakat dengan kebijakan Dedi yang ingin mengirim siswa nakal ke barak militer untuk ikut pelatihan. Menurutnya, cara ini juga bisa diterapkan di Jakarta.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi saat merekam aktivitas para siswa yang digembleng ke barak militer. Dalam video itu, tampak puluhan siswa 'bermasalah' itu sedang mengikuti latihan baris-berbaris yang dipandu oleh sejumlah prajurit TNI. (tangkapan layar/X)

Menurut Taufik, pada dasarnya semua pelajar adalah anak yang baik. Hanya saja karena masih muda mereka punya energi berlebih yang perlu disalurkan ke kegiatan positif.

"Saya sangat setuju sekali dan sangat mendukung sekali jika para pelajar nakal, dalam tanda kutip lah nakalnya diberikan pelatihan yang sifatnya memang menyalurkan energi fisik mereka ke arah yang positif," ujar Taufik kepada Suara.com, Rabu (30/4/2025).

"Pada umumnya sih sebenarnya seorang anak, seorang pelajar itu pada dasarnya baik," lanjutnya menambahkan.

Meski demikian, Taufik memberi catatan agar pelatihan yang diberikan hanya semi militer. Hal ini dilakukan untuk tak memberi kesan pemerintah mengarahkan mereka untuk berkarir sebagai aparat.

Load More