Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap kasus pengoplosan gas LPG bersubsidi. Tabung gas berukuran 3 kilogram ini disulap menjadi gas non-sibsidi berukuran 12-50 kg dengan cara memindahkan isi.
Dirtipidter Polri, Brigjen Pol Nunung Syaifuddin, mengatakan kasus ini terungkap dari dua wilayah, yakni Semarang, Jawa Tengah dan Karawang, Jawa Barat. Total ada 4 orang tersangka yang terjaring dari kedua lokasi tersebut.
Dari lokasi pengoplosan yang terdapat di wilayah Karawang, petugas menciduk satu tersangka yakni TN dan E. Kemudian dari wilayah Semarang, ada 3 orang yang dijerat menjadi tersangka, yakni FZSW alias A, DS, dan KKI.
Untuk kasus di Karawang, pengoplosan gas subsidi menjadi non- subsidi dilakukan langsung di dalam pangkalan LPG.
“Biasanya orang beli dari pangkalan baru disuntik atau dibindahkan ke tabung non-subsidi, nah ini pangkalan sendiri yang bermain,” kata Nunung, di Bareskrim Polri, Senin (5/5/2025).
Nunung menyampaikan jika hal ini terus dilakukan maka dampaknya bakal terjadi kelangkaan gas 3 kilogram di wilayah tersebut.
TN, kata Nunung, merupakan seorang pemodal alias pemilik pangkalan gas LPG, sekaligus orang yang terjun langsung dalam melakukan pengoplosan.
Sementara, lanjut Nunung, terungkapnya kasus pengoplosan gas subsidi di Semarang, akibat laporan soal kelangkaan di wilayah Banyumanik. Petugas mencurigai adanya aksi penyelewengan terhadap gas 3 kologram.
Usai melakukan pendalaman, petugas dapat membongkar tindakan ilegal yang dilakukan oleh para tersangka. Petugas menemukan aksi pengoplosan gas 3 kilogram bersubsidi di gudang pangkalan atau subpenyalur tanpa izin.
Baca Juga: Bareskrim Selidiki Teror Kepala Babi di Kantor Tempo, Cek CCTV
“Karena gudang TKP tertutup pada saat itu, kemudian penyidik mendekati gudang dan mengatur strategi untuk masuk ke dalam gudang,” ujar Nunung.
Meski telah terindikasi kuat atas praktik ilegal tersebut, namun saat itu petugas belum bisa masuk ke dalam gudang. Hingga akhirnya tersangka FZSW alias A selaku pemilik hendak keluar gudang.
“Saat itulah petugas kita baru punya kesempatan memasuki gudang yang kita duga digunakan untuk melakukan penyuntikan,” ungkapnya.
“Kemudian tim kami di TKP melakukan wawancara dan pemeriksaan awal bahwa diketahui tersangka DS dan tersangka KKI berperan sebagai dokter atau penyuntik dari tabung 3 kilogram subsidi ke tabung 5,5 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram non-subsidi,” Nunung menambahkan.
Di lokasi Karawang petugas menyita 386 tabung gas dengan rincian 254 tabung gas 3 kilo, 38 tabung gas 5,5 kilo, dan 94 tabung gas 12 kilo.
Kemudian, 20 regulator atau alat suntik yang sudah dimodifikasi, nanti rekan-rekan bisa melihat seperti biasanya, itu yang digunakan oleh dokter. 10 buah potongan ember, 1 unit HP, kemudian 1 buah buku catatan pembelian tabung gas 3 kilo, dan 1 unit mobil pickup.
Berita Terkait
-
Prabowo Dukung RUU Perampasan Aset, KPK Sebut Pengembalian Kerugian Negara Bisa Lebih Maksimal
-
Update Terkini Laporan Ridwan Kamil Terkait Postingan Lisa Mariana, Begini Kata Bareskrim
-
7 Fakta Ridwan Kamil Laporkan Lisa Mariana ke Mabes Polri Pakai Pasal Ini
-
Digaji Puluhan Juta, Dua WNA China Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus SMS Phishing Melalui BTS Palsu
-
Bareskrim Polri Subdit V Siap Jemput Investor yang 'Kabur' dari IHSG
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan