Suara.com - Letjen Kunto Arief Wibowo, nama yang baru-baru ini mencuat ke permukaan publik setelah mutasi jabatan militernya menuai sorotan, ternyata menyimpan sisi menarik lain yang jarang disorot yakni kekayaan yang relatif cukup sederhana dibandingkan dengan jabatan yang tengah diemban.
Mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dihimpun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), anak dari Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno ini pertama kali melaporkan kekayaannya pada tahun 2019 saat menjabat sebagai Komandan Korem 032/Wirabraja Padang.
Saat itu, total hartanya tercatat sebesar Rp 915 juta.
Angka tersebut tetap stagnan pada pelaporan tahun 2020, meskipun Kunto telah menjabat sebagai Kepala Staf Kodam III/Siliwangi.
Bahkan, hingga dua tahun berikutnya saat ia naik menjadi Pangdam III/Siliwangi, jumlah kekayaannya masih tercatat sama—sebuah hal yang cukup jarang terjadi di kalangan pejabat publik.
Baru pada pelaporan terakhir per 28 Maret 2024, saat ia menjabat sebagai Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AD (Wadan Kodiklatad), kekayaan Letjen Kunto tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp 1,295 miliar.
Berikut rincian laporan harta kekayaan Letjen Kunto.
Sebuah angka yang terbilang masih sederhana untuk seorang perwira tinggi dengan karier militer yang panjang dan menduduki jabatan strategis.
Rincian Kekayaan: Antara Hibah dan Hasil Sendiri
Baca Juga: Benarkah Prabowo Tegur Panglima TNI karena Mutasi Letjen Kunto? Luhut: Nggak Ada, Saya Tahu Itu
Dalam laporan terbarunya, Kunto memiliki aset berupa:
1. Tanah dan bangunan senilai Rp 550 juta, yang terdiri dari empat bidang tanah—dua di Jakarta Timur, satu di Tangerang, dan satu rumah di Malang. Uniknya, tiga bidang tanah di antaranya berasal dari hibah tanpa akta, sesuatu yang patut dicatat dalam konteks transparansi publik.
2. Alat transportasi dan mesin senilai Rp 545 juta, terdiri dari lima kendaraan: dua mobil harian (Toyota Sienta dan Honda BRV), dua motor tua Honda NC 11B, serta sebuah Mercedes Benz Jeep lansiran 1995 yang justru paling mahal, mencapai Rp 200 juta.
3. Kas dan setara kas senilai Rp 200 juta. Tidak tercatat harta dalam bentuk surat berharga, harta bergerak lainnya, maupun utang.
Apa yang menarik dari rincian tersebut adalah kesan gaya hidupnya.
Dalam harta kekayaan yang dilaporkan diketahui tidak ada mobil mewah terbaru, tidak ada kepemilikan aset luar negeri, dan tidak ada investasi bernilai besar.
Berita Terkait
-
Benarkah Prabowo Tegur Panglima TNI karena Mutasi Letjen Kunto? Luhut: Nggak Ada, Saya Tahu Itu
-
Anas Urbaningrum Bicara Soal Letjen Kunto Arief Putra Try Sutrisno Batal Dimutasi, Begini Katanya
-
SK Panglima Diubah, Letjen Kunto dan 6 Pati TNI Batal Dimutasi: Ini Profil Mereka
-
TNI Klaim Pembatalan Mutasi Letjen Kunto Arief Tak Ada Muatan Politis, SETARA: Publik Sulit Percaya
-
Mutasi Anak Try Sutrisno Batal Usai Dikaitkan Isu Pemakzulan, Purnawirawan Minta Panglima TNI Cermat
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional