Tak hanya, ada pula sisa-sisa vihara (biara) Buddha yang pertama kali digali dari abad ke-3 SM hingga abad ke-5 M dan sisa-sisa stupa Buddha (tempat suci) dari abad ke-3 M hingga abad ke-15 M. S
itus bersejarah tersebut saat ink sedang dikembangkan sebagai pusat ziarah Budha, di mana dijadikan sebagai temlat peninggalan arkeologis yang berhubungan dengan kelahiran Sang Buddha jadi ikon utamanya.
Latar Belakang Siddharta Gautama
Buddha Gautama lahir dengan nama asli Siddharta Gautama. Dalam buku Guru Agung Buddha Gautama (2012) karya Dion P. Sihotang, Siddharta adalah putra dari raja dan disebut sebagai Pangeran.
Dilansir dari berbagai sumber, ayah Siddharta bernama Siddhodana yang berasal dari suku Sakya.
Ayahnya merupakan annggota dari Kelas Khasatria yang merupakan seorang raja di Kota Kapilavastu Jambuduipa. Sementara sang ibu bernama Mahamaya.
Tepat di hari kelahiran Siddharta, dua arus kecil jatuh dari langit, yang satu dingin sedangkan yang satunya hangat. Arus ini kemudian membasuh tubuh Siddharta.
Dikisahkan bahwa, Siddharta lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung bisa melangkah ke arah utara, dan tempat yang pertama kali dipijakinya ditumbuhi bunga teratai.
Penyebara Ajaran Agama Buddha oleh Siddharta Gautama
Baca Juga: 30 Kata-kata Bijak Buddha tentang Bersyukur, Bisa Jadi Ucapan Waisak 2025
Melansir situs Kemenag RI, Buddha adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang sudah mencapai Penerangan Sempurna.
Hal ini sejalan dengan posisi Siddharta Gautama, yang sudah mencapai penerangan sempurna dan dikenal dengan Buddha.
Sang Buddha menjadi penemu ajaran agama Buddha. Dhamma atau ajarannya pertama kali diterapkan kepada lima pertapa.
Selama kurang lebih 45 tahun, Buddha memaparkan ajarannya dari 588 SM hingga 543 SM, hingga bids berkembang dan menyebar ke seluruh belahan dunia. Buddha kemudian dikenal dengan julukan Sang Buddha Guru Dunia.
Selama ini sang Buddha mengajarkan Dhamma dengan satu tujuan, yakni agar semua makhluk terbebas dari penderitaan untuj menuju kebahagiaan. Tidak ada satu pun ajaran dari agama Buddha yang tujuannya selain itu.
Dengan tujuan mulia ini, Sang Buddha tumbuh menjadi Guru Tiada Tara. Karena, Sang Buddha sudah berjasa mengajarkan Dhamma, memberikan atau menunjukkan jalan untuk menuju kebahagiaan terbebas dari keserakahan, kebencian, rasa sakit serta kebodohan.
Demikian penjelasan tentang Siddharta Gautama lahir dimana. Sosoknya dikenal sebagai penemu dan penyebar agama Buddha.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
30 Kata-kata Bijak Buddha tentang Bersyukur, Bisa Jadi Ucapan Waisak 2025
-
45 Kata-kata Quotes Buddha Tentang Jadi Orang Sabar, Temukan Ketenangan Sejati
-
30 Kata-Kata Bijak Buddha tentang Kedamaian: Menemukan Tenang di Tengah Riuh Hidup
-
45 Kata-Kata Bijak Buddha Tentang Karma untuk Tuntunan Hidup
-
Riwayat Hidup Siddhartha Gautama, Jejak Sang Buddha Menuju Pencerahan
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Prabowo Beri Kenaikan Pangkat Kehormatan untuk Purnawirawan Polisi, Termasuk Mantan Ajudan Soekarno
-
Lalu Lintas Tol Jakarta Pagi Ini Semrawut, Kecelakaan Beruntun hingga Contraflow Picu Kemacetan
-
Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT ke-80 Bhayangkara
-
Viral Mahasiswa Unisa Yogya Diduga Kenakan Busana Perempuan dan Masuk Toilet Mahasiswi
-
LPDB Koperasi Terapkan Zero Tolerance Pungli dan Penipuan, Pelanggaran Diproses Tegas Secara Hukum
-
Transportasi Jerman Lumpuh Akibat Gelombang Panas, Jalan Tol Retak-retak
-
Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara
-
Italia Siaga Gelombang Panas, 4 Orang Sudah Jadi Korban Tewas
-
Di Tengah Gejolak Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi
-
Panas Lagi, Iran Ancam Kembali Tutup Selat Hormuz