- Menteri Keuangan menyatakan sisa Dana Siap Pakai bencana sebesar Rp1,51 triliun harus segera dicairkan BNPB.
- Dana sisa tersebut dapat digunakan untuk melunasi biaya infrastruktur mendesak, seperti pembangunan jembatan dan hunian sementara.
- Menkeu mendorong pencairan cepat agar dana tidak hangus di akhir tahun dan membebani anggaran tahun berikutnya.
Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah masih memiliki sisa Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp1,51 triliun untuk pemulihan bencana.
Dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Aceh, Selasa (30/12/2025), Menkeu mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera mengajukan pencairan anggaran tersebut agar dapat dimanfaatkan sebelum pergantian tahun.
Purbaya menegaskan bahwa ketersediaan dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan mendesak, termasuk melunasi biaya pengadaan jembatan yang sebelumnya telah dikerjakan di lapangan.
"Sekarang masih ada tersisa siap pakai 1,51 triliun, Pak. Jadi kalau besok atau hari ini BNPB bisa mengajukan ke kami untuk pembayaran utang jembatan, besok bisa cair, Pak," ujarnya di hadapan pimpinan rapat dan para kepala daerah.
Ia menjelaskan bahwa BNPB sebenarnya telah mengajukan tambahan dana sebesar Rp1,4 triliun pada 18 Desember lalu, dengan Rp650 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk penanganan bencana di Sumatra.
Namun, Purbaya mengaku heran karena nilai permintaan tersebut jauh di bawah prediksinya.
"Sebenarnya saya mengantisipasi lebih besar dari itu permintaan dari mereka. Tapi karena seperti itu permintaannya ya kita alokasi sesuai dengan permintaan," katanya.
Purbaya pun menyayangkan koordinasi yang baru dilakukan secara intensif di penghujung tahun. Ia khawatir jika sisa anggaran Rp1,51 triliun tersebut tidak segera dimanfaatkan, maka akan hangus dan justru membebani postur anggaran tahun berikutnya.
"Jadi saya nggak mau habis hangus tahun ini, tahun depan jadi pengurang. Jadi kalau bisa dihabisinnya tahun ini tuh ada 1,51," tegasnya.
Baca Juga: KSAD Ungkap Perjuangan TNI Kerja 24 Jam di Aceh: Pakai Dana Swadaya, yang Penting Jalan Tersambung!
Selain untuk infrastruktur jembatan, Menkeu memastikan bahwa dana tersebut juga tersedia untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap).
Ia meminta kementerian atau lembaga terkait agar tidak ragu mengajukan permintaan tambahan jika perhitungan di lapangan memang membutuhkan biaya besar.
"Saya selalu heran kenapa permintaan tambahnya lambat dan sedikit. Hitungan saya sih lebih besar dari itu. Tapi kan karena saya di belakang Pak Ketua ya, kita tunggu. Jadi mungkin itu bisa dipercepat kalau mau, Pak," ujarnya.
Ia menjamin proses pencairan akan dilakukan dengan cepat melalui skema dana channeling di BNPB apabila laporan pembangunan telah tersedia.
"Kalau huntara dan huntap, itu untuk tahun ini juga kalau sudah ada yang dibangun ya bisa di-charge ke kita, kita cairkan melalui dana channel BNPB tadi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
KSAD Ungkap Perjuangan TNI Kerja 24 Jam di Aceh: Pakai Dana Swadaya, yang Penting Jalan Tersambung!
-
Purbaya Kaget Dengar Curhat TNI, Mesti Utang demi Perbaiki Infrastruktur Terdampak Bencana
-
Dasco Tegaskan Satgas DPR RI Akan Berkantor di Aceh untuk Percepat Pemulihan Pascabencana
-
Jembatan Krueng Tingkeum Dibuka, Aktivitas Ekonomi Bireuen Mulai Bangkit
-
Pimpinan DPR Gelar Rapat Koordinasi Besar di Aceh, Matangkan Langkah Pemulihan Pascabencana 2026
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi