Panjangnya rantai distribusi ini disebut menyebabkan kerugian di tingkat produsen maupun kerugian yang ada di tingkat konsumen.
Sehingga muara akhirnya ekonomi masyarakat di desa menjadi bedaya yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Dan dengan itu mudah-mudahan nanti akan ada perputaran uang di desa, akan ada pertumbuhan ekonomi di desa, dan tujuan akhirnya nanti akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi nasional juga akan meningkat secara lebih signifikan,” katanya.
Ferry juga tegaskan akan ada persiapan untuk investasi, baik yang sifatnya pendirian bangunan baru atau renovasi. Kemudian termasuk juga skema-skema dan persiapan dan lain-lainnya.
Dia bilang butuh waktu sampai tiga bulan dari Juli untuk bisa merampungkan semuanya.
Sehingga di tanggal 28 Oktober nanti, operasionalisasi koperasi desa bisa dimulai, termasuk dengan seluruh aktivitasnya.
Sementara itu, guna memastikan kecakapan para pengelola koperasi ini, Ferry Juliantono menyatakan pihaknya bakal melatih mereka terlebih dahulu.
Di samping itu, para pengelola juga tidak dilepaskan begitu saja, melainkan akan didampingi.
“Kami juga akan melibatkan kooperasi-kooperasi yang sukses, badan-badan usaha yang sukses di wilayah tersebut untuk menjadi kakak asuh, segala macam,” katanya.
Baca Juga: Berapa Biaya Pembuatan Akta Notaris Koperasi Merah Putih? Ini Jawaban Menteri
Menurut data yang dipaparkan, pembentukan koperasi desa ini dibagi ke dalam empat wilayah, yakni Wilayah I, II, III, dan IV. Data terbaru menunjukkan capaian signifikan di beberapa wilayah, terutama di Jawa Tengah, Sulawesi Barat, NTB, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur — lima provinsi yang telah menyumbang lebih dari 50 persen capaian nasional. Wilayah I dan II mencatat progres tertinggi.
Rapat Progres Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih diikuti oleh sejumlah menteri, seperti Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.
Selain itu ada Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo, hingga Wamen KKP Didit Herdiawan.
Ferry Juliantono diketahui memeiliki segudang pengalaman terkait koperasi.
Alumni Universitas Padjajaran dan Universitan UI ini pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Induk Koperasi Pondok Pesantren.
Ia juga Waketum Dewan Koperasi Indonesia, Sekretaris Dewan Pembina Induk Koperasi Unit Desa, Ketua Dekopinwil DKI Jakarta.
Ferry juga menjabat Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, hingga Ketum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).
Berita Terkait
-
Berapa Biaya Pembuatan Akta Notaris Koperasi Merah Putih? Ini Jawaban Menteri
-
Apa itu Koperasi Desa Merah Putih Usulan Prabowo? Ini Tujuannya
-
Ini Syarat Lengkap Jadi Anggota Koperasi Merah Putih, Jalur Utama Penerimaan Bantuan Pemerintah
-
Kapan Pemerintah Luncurkan Koperasi Desa Merah Putih? Zulkifli Hasan Bilang Ini
-
Usai Bertemu Presiden Prabowo, Zulhas Targetkan Koperasi Merah Putih Jadi Holding Ekonomi Pedesaan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung