Suara.com - Kabar mengenai insiden kerusuhan di Lampung Tengah mengemuka, setelah terjadinya pembakaran rumah seorang lurah. Kejadian ini menarik perhatian banyak orang lantaran melibatkan warga dari beberapa desa, yang dipicu aksi pembacokan yang berujung maut. Kronologi warga bakar rumah dan mobil lurah di Lampung Tengah bisa Anda cermati di sini.
Kejadian pembakaran rumah dan mobil ini diduga kuat sebagai puncak dari kekesalan warga, yang menilai adanya korupsi pada bantuan pangan beras yang seharusnya disalurkan oleh lurah tersebut. Namun pada faktanya, beberapa orang tidak mendapatkan bantuan yang telah disosialisasikan sebelumnya.
Kronologi Warga Bakar Rumah dan Mobil Lurah
Dikutip dari salah satu akun media sosial lokal, peristiwa ini bermula dari adanya seorang warga yang menyatakan kecurigaannya dengan lantang, dan sempat terlibat cekcok di media sosial oleh salah satu saudara dari lurah terkait. Saudara lurah ini lantas merasa tersinggung karena kerabatnya dituduh melakukan korupsi.
Keduanya kemudian bertemu di Pasar Bandar Agung, dan terjadi perkelahian. Korban, yang merupakan warga dari sebuah desa, meninggal dunia karena beberapa luka tusukan dari saudara si lurah ini.
Kabar ini beredar cepat ke warga sekitar yang sebenarnya juga sudah memiliki kecurigaan pada lurah tersebut. Dalam waktu singkat, kemarahan warga memuncak dan dikabarkan ratusan orang dari beberapa desa mendatangi rumah lurah yang diduga melakukan korupsi.
Tanpa banyak perundingan, warga membakar rumah dan beberapa unit mobil yang ada di bagian belakang rumah lurah. Dalam waktu singkat api melahap habis semua bagian rumah dan sejumlah mobil yang diparkir di bagian belakang tersebut.
Selain karena kemarahan warga, api diduga semakin cepat membesar lantaran di bagian belakang rumah terdapat beberapa jerigen bahan bakar. Warga sekitar juga sudah memiliki kecurigaan bahwa sang lurah menjadi penimbun BBM di sekitar daerah tersebut, namun menilai pihak kepolisian tidak kunjung mengambil langkah tegas.
Peristiwa ini kemudian disorot oleh publik, dan dianggap sebagai puncak kemarahan warga. Di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit, seorang lurah diduga melakukan korupsi bantuan pangan yang diberikan pemerintah sehingga memicu percekcokan yang berujung maut.
Baca Juga: Tak Perlu Jauh-Jauh Ke Bali, Berikut 6 Rekomendasi Pantai Cantik di Lampung
Pada salah satu utas di X, terdapat seorang pengguna yang juga mengungkapkan bahwa anak dari lurah tersebut juga turut disorot karena perilaku yang kurang mengenakkan.
Anak sang lurah, yang notabene masuk golongan orang mampu, diduga menerima dana PIP untuk menunjang pendidikannya. Padahal PIP sendiri ditujukan untuk pelajar yang mengalami kondisi ekonomi sulit dan memerlukan dukungan finansial pada proses pendidikan yang dijalani.
Tentu saja hal ini semakin menyulut kemarahan warganet yang sangat sensitif pada perilaku tidak terpuji seperti itu. Warganet menilai bahwa apa yang dilakukan warga sebagai hal yang wajar, meski tentu secara hukum hal ini tidak dapat dibenarkan.
Menurut kabar yang beredar, pelaku penusukan yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang warga tersebut kini telah ditahan di kantor polisi setempat. Pihak kepolisian masih menyelidiki dugaan keterlibatan lurah yang bersangkutan dalam kasus bansos beras, serta apakah ada motif lain dari penusukan yang dilakukan selain sakit hati.
Terlepas dari kabar yang beredar dan penelusuran terkait, hingga kini pihak berwajib, terutama dari kepolisian belum menyampaikan informasi resmi dan masih mendalami kasus ini. Pembaca bisa menantikan informasi resmi polisi untuk kepastian dan informasi pembakaran rumah dan mobil lurah yang diduga terjadi di Lampung tersebut.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Bagaimana Cara Koruptor Dalam Penjara Menang Sengketa Tanah Lawan Atalarik Syach
-
3 Penyebab Rumah Lurah di Lampung Tengah Dibakar Warga: Salah Satunya Kisruh Bansos
-
Duel Berdarah Picu Kerusuhan di Lampung Tengah, Rumah Lurah Dibakar Massa
-
Santri 13 Tahun Dihabisi Remaja Kembar Gara-Gara Sandal: Ini Kronologinya
-
Komitmen Berantas Korupsi, Prabowo Klaim 6 Bulan Menjabat Selamatkan Ratusan Triliun Uang Rakyat
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Piala Dunia 2026 dan Haji Jadi Jalan Damai AS-Iran? Negosiasi Disebut Hampir Rampung
-
Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv
-
Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!
-
Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah
-
Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
-
Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB