Suara.com - Pemerintah kembali mencairkan bantuan sosial (bansos) hari ini, Senin, 26 Mei 2025. Setidaknya ada tiga jenis bansos yang disalurkan kepada masyarakat.
Ketiganya masuk dalam program prioritas nasional dan ditargetkan selesai paling lambat besok, Selasa, 27 Mei 2025.
Penyaluran bantuan ini merupakan percepatan realisasi anggaran negara menjelang akhir Mei 2025, sesuai arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Namun, banyak masyarakat bertanya, apakah PKH dan BPNT tahap 2 termasuk dalam pencairan hari ini?
Dikutip dari berbagai sumber, hingga pagi ini, belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Sosial RI mengenai jadwal pencairan PKH dan BPNT tahap 2.
Meski begitu, masyarakat diminta tidak lengah dan terus memantau perkembangan informasi di laman resmi Kemensos maupun kanal komunikasi pemerintah daerah.
Berikut daftar 3 bansos cair hari ini, 26 Mei 2025
1. Program Indonesia Pintar (PIP) 2025
Bantuan pendidikan dari Program Indonesia Pintar (PIP) mulai dicairkan hari ini. Program ini ditujukan untuk siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Pencairan dilakukan melalui bank penyalur dengan mekanisme sebagai berikut:
- Bank BRI untuk siswa SD dan SMP
- Bank BNI untuk siswa SMA/SMK
- Siswa wajib melakukan transaksi pencairan sebelum pukul 23.59 WIB. Bila tidak, dana akan dikembalikan ke kas negara. Untuk mencairkan dana, siswa cukup membawa buku tabungan atau Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Langkah ini diambil untuk mempercepat pemanfaatan anggaran pendidikan sekaligus membantu keluarga yang sedang menghadapi beban ekonomi akibat kenaikan harga bahan pokok di sejumlah daerah.
2. BLT Dana Desa 2025
BLT Dana Desa 2025 juga mulai disalurkan hari ini kepada masyarakat desa yang terdampak kondisi ekonomi.
Sasaran program ini adalah warga yang belum memiliki penghasilan tetap, termasuk lansia dan penyandang disabilitas ringan yang tidak masuk dalam program bantuan lainnya.
Penerima manfaat akan mendapat bantuan sebesar Rp900.000 hingga Rp1.800.000, tergantung jumlah bulan yang tertunggak.
Penyaluran dilakukan langsung di kantor desa masing-masing sesuai jadwal yang telah ditentukan pemerintah desa.
Kementerian Desa menargetkan bantuan ini tersalur maksimal hingga akhir Mei, untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat pedesaan menjelang bulan Juni yang biasanya diiringi kebutuhan tinggi pasca-Lebaran.
3. Bantuan Atensi Anak Yatim (API) dari Kemensos
Jenis bantuan ketiga adalah Bantuan Atensi Anak Penerima Intervensi (API) dari Kementerian Sosial. Program ini ditujukan untuk anak yatim, piatu, atau yatim piatu tunggal dengan besaran bantuan Rp400.000 per anak.
Pencairan dilakukan melalui beberapa jalur:
- ATM Bank Himbara
- Penyaluran langsung oleh pendamping sosial
- Mitra seperti PT Pos Indonesia dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)
Bantuan ini diharapkan dapat membantu anak-anak yang kehilangan orang tua agar tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar, terutama pendidikan dan gizi.
Apakah PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2025 Ikut Cair?
Hingga kini, pencairan PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2025 masih belum dikonfirmasi secara resmi. Namun, kedua program tersebut biasanya disalurkan setiap tiga bulan, dan pencairan tahap 1 telah dilakukan pada Februari lalu.
Jika mengacu pada jadwal sebelumnya, PKH dan BPNT tahap 2 seharusnya dicairkan pada akhir Mei atau awal Juni 2025.
Atas dasar itu, penerima disarankan terus melakukan pengecekan secara berkala melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos, situs resmi, atau konfirmasi ke pemerintah daerah setempat.
Saat ini, pemerintah fokus pada pencairan tiga bantuan sosial utama, yakni PIP 2025, BLT Dana Desa, dan Bantuan Atensi Anak Yatim.
Ketiga program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga daya tahan masyarakat terhadap tekanan ekonomi saat ini.
Meskipun PKH dan BPNT tahap 2 belum cair hari ini, masyarakat diimbau tetap waspada dan aktif memantau informasi resmi agar tidak ketinggalan update penting. Cek secara berkala melalui kanal yang tersedia.
Berita Terkait
-
Cek Aktivasi Rekening PIP 2026 Agar Dana Bantuan Tidak Hangus
-
Pemerintah Siapkan Digitalisasi Bansos, Sistem Dibuat Oleh Luhut Binsar Pandjaitan
-
Mensos Pastikan Dapur Umum di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tetap Beroperasi Selama Tanggap Darurat
-
Bansos BSU Cair Januari 2026? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Ini Kata Pemprov DKI soal Usulan Pencabutan Bansos Keluarga Pelaku Tawuran
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar