- Pemprov DKI kaji usulan cabut bansos bagi keluarga pelaku tawuran.
- Pemerintah khawatir sanksi ini berdampak buruk bagi keluarga kurang mampu.
- Saat ini, Pemprov utamakan pendekatan humanis dan pencegahan secara komprehensif.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanggapi usulan DPRD mengenai sanksi pencabutan bantuan sosial (bansos) bagi keluarga pelaku tawuran. Meskipun mengapresiasi masukan tersebut, Pemprov menegaskan akan tetap mengedepankan pendekatan yang lebih humanis dan komprehensif.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menyatakan bahwa pihaknya menghormati setiap saran yang masuk demi menjaga ketertiban Jakarta.
"Kami menghormati masukan tersebut sebagai bentuk kepedulian untuk menciptakan efek jera dan tanggung jawab keluarga," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).
Pertimbangkan Dampak pada Keluarga Rentan
Meskipun demikian, Chico menekankan bahwa Pemprov tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan yang dapat berdampak luas, terutama bagi keluarga rentan.
"Pemprov saat ini tetap mengedepankan pencegahan humanis dan komprehensif, bukan sanksi yang bisa berdampak pada keluarga rentan secara keseluruhan," jelasnya.
Menurutnya, program bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Lansia Jakarta (KLJ) memiliki peran vital dalam melindungi warga miskin. Oleh karena itu, evaluasi mendalam diperlukan agar kebijakan yang diambil tidak justru menciptakan masalah kemiskinan baru.
"Pencabutan bansos harus sesuai regulasi yang ada serta mempertimbangkan dampak sosialnya," kata Chico.
Sebagai langkah selanjutnya, Pemprov DKI akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevaluasi mekanisme penyaluran bantuan.
Baca Juga: Besok Dimulai! Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan Salemba Tengah, Siap-Siap Ubah Rute Anda
"Kami akan terus berkoordinasi dengan DPRD dan Dinsos untuk evaluasi penyaluran bansos agar lebih tepat sasaran," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
Terkini
-
Jusuf Kalla Minta Perkara Ijazah Jokowi Segera Diselesaikan: Meresahkan Masyarakat dan Buang-buang W
-
Selat Hormuz Kembali Dibuka 2 Pekan, Legislator DPR: Ini Peluang Sekaligus Ujian Buat Indonesia
-
Soroti Kebutuhan Talenta Data di Era Digital, Mahasiswa Kampus Ini Raih Tiga Prestasi Nasional
-
'Mata Andrie Adalah Mata Rakyat!' Keluarga Korban Kekerasan TNI Bersatu Tolak Peradilan Militer
-
BNI-PBSI Perkuat Langkah Atlet Indonesia di BAC 2026
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
Di Balik Ambisi Transisi Energi, Mengapa Indonesia Belum Bisa Lepas dari PLTU?
-
Pemerintah Luncurkan Buku Saku 0%, Targetkan Kemiskinan Nol Persen
-
Soroti Kasus Keracunan MBG di Jaktim, KPAI: Predikat 'Gratis' Tak Hapus Tanggung Jawab Hukum!
-
Ini Alasan Jusuf Kalla Polisikan Rismon Buntut Tudingan Pendanaan Dalam Kasus Ijazah Jokowi