Tak hanya itu, sistem ini juga menjaga keseimbangan mikroorganisme di sekitar akar tanaman, sehingga tanaman lebih sehat dan tahan terhadap penyakit.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kompos dari kotoran ternak bisa menjadi solusi pertanian masa depan—asal dikelola dengan benar.
Jalan Menuju Pertanian yang Lebih Hijau
Apa yang dilakukan Nur Wahid di Jagakarsa dan yang dikembangkan para ilmuwan di Tiongkok memiliki benang merah yang sama: mengelola limbah hewan sebagai sumber daya, bukan masalah.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pencemaran lingkungan dan ketahanan pangan, pendekatan seperti ini bisa jadi angin segar.
Bukan tidak mungkin, ke depan pengolahan limbah kotoran kurban bisa menjadi bagian dari program resmi lingkungan kota.
Selain mengurangi sampah dan polusi, kompos dari kotoran juga bisa membantu warga memperbaiki kualitas tanah pekarangan dan lahan tanam mereka.
Karena pada akhirnya, nilai kurban bukan hanya dari daging yang dibagikan, tapi juga dari bagaimana seluruh bagian hewan itu bisa memberi manfaat jangka panjang bagi kehidupan dan bumi.
Baca Juga: Doa Menjinakkan Sapi Kurban agar Mudah Disembelih, Simak Bacaan Lengkap dan Artinya
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI