Suara.com - Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang membuka taman 24 jam kekinian menuai polemik di masyarakat. Pasalnya, dibukanya taman-taman di Jakarta secara nonsetop disebut-sebut digunakan untuk tempat mesum anak-anak remaja. Salah satu kasus asusila itu terjadi di Taman Langsat, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Di tengah polemik itu, anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Francine Widjojo memberikan usulan agar taman-taman di Jakarta yang kini dibuka 24 jam itu juga bisa ramah terhadap hewan, khususnya kucing.
Dalam Diskusi Publik 100 Hari Gubernur yang digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jakarta pada Sabtu (14/6/2025), Francine membeberkan usulan terkait pemanfaatan taman-taman dengan mengutip hasil survei terbaru Rakuten Insight di beberapa negara Asia. Dalam hasil survei itu, kata dia, kucing merupakan hewan yang paling banyak dipelihara oleh Warga Negara Indonesia dengan persentase sebanyak 47 persen pada tahun 2021.
“Alangkah baiknya jika langkah ini ditindaklanjuti dengan membuat taman-taman tersebut menjadi ramah hewan, terutama untuk kucing yang menurut survei paling disukai dan dipelihara oleh 47 persen orang Indonesia,” beber Francine yang dikutip pada Sabtu (15/6/2025).
Menurutnya, persentase masyarakat Indonesia yang memelihara kucing tersebut lebih tinggi dibandingkan negara-negara lainnya di Asia.
Untuk membuat taman-taman di Jakarta menjadi ramah kucing, Pemprov DKI Jakarta perlu melakukan sterilisasi pada kucing-kucing yang ada di taman tersebut. Pemprov DKI juga perlu memberi lokasi-lokasi khusus untuk pengunjung taman memberikan makanan pada kucing agar taman tertata rapi.
“Selain itu, Pemprov DKI Jakarta perlu menyediakan layanan kesehatan untuk kucing-kucing yang ada di taman. Selain sterilisasi, kucing juga perlu diberi vaksin, terutama vaksin rabies untuk mempertahankan Jakarta yang sudah bebas rabies selama sekitar 20 tahun ini,” ungkapnya.
Masih menurut Francine, taman-taman yang sudah difasilitasi tersebut dapat menjadi lokasi wisata edukasi ramah hewan.
“Jadi warga tidak perlu jauh-jauh ke pulau kucing,” beber Francine.
Baca Juga: Jadi Bulan-bulan Warga Aceh, Legislator NasDem Desak Prabowo Tegur Tito: Harus Beri Punishment
Jakarta yang ramah hewan, menurut Francine juga akan membuka lapangan kerja.
“Jakarta membutuhkan setidaknya 15 Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan,” katanya.
Rencananya, pada 2026 Jakarta akan memiliki 10 puskeswan dan 6 Mobil Pelayanan Veteriner (Moyanvet). “Ini akan membuka lapangan pekerjaan untuk tenaga medis seperti dokter hewan dan perawatnya,” ungkap Francine.
Selain untuk tenaga kesehatan, taman ramah hewan diyakini juga akan membuka lapangan kerja di industri pakan hewan. "Dengan masyarakat terlibat aktif merawat kucing-kucing jalanan, industri pakan hewan dengan sendirinya juga akan berkembang," kata Francine.
Menjadikan taman-taman di Jakarta menjadi ramah hewan, khususnya kucing, menurut Francine jauh lebih masuk akal ketimbang membuat pulau tematik kucing dengan merelokasi sejumlah besar kucing ke Pulau Tidung Kecil di Kepulauan Seribu.
“Selain belum memiliki AMDAL, Pulau Tidung Kecil merupakan wilayah konservasi perairan. Jika sejumlah besar kucing direlokasi ke sana justru dapat merusak ekosistem di sana,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ray Rangkuti Skakmat Sekjen Gibranku: Anak Muda Dukung Dinasti Politik, Itu Jauh Lebih Memalukan!
-
Jokowi Acuhkan PPP karena Ongkosnya Mahal? Rocky Gerung Ungkap Nasib PSI jadi Partai Oligarki
-
Rocky Gerung Bongkar Motif Jokowi Pilih PSI: Politisi yang Sudah Ketagihan Kekuasaan
-
Debat Panas soal Ijazah, Roy Suryo Ledek Relawan Jokowi Nyontek: Baca Undang-undang Aja Gak Bisa
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum
-
Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati
-
Update Korban Perang AS-Israel vs Iran: Tembus Ribuan Jiwa Meninggal Dunia
-
Angka Pemudik 2026 Melonjak 10 Persen, Simak Data Lengkap Kemenhub Berikut Ini
-
Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel
-
Lebaran Berpotensi Sabtu 21 Maret, Kemenag DIY Pantau Hilal di POB Syekh Bela Belu Sore Ini
-
Beri Kejutan Menyenangkan, LRT Jabodebek Berlakukan Tarif Rp1 Saat Idul Fitri 2026
-
Hilal Dinilai Belum Penuhi Kriteria, BRIN-BMKG Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh 21 Maret
-
Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran
-
KWP Salurkan 2.000 Sembako Jelang Idul Fitri 2026, Sasar Hingga Pelosok Desa