"Sekarang ini serangannya baik on air di media, di TV, maupun yang ada di media sosial itu serangannya serangan-serangan yang bersifat pribadi, bahkan fitnah-fitnah pribadi yang sama sekali nggak ada isinya tentang substansi, tentang hakikat counter terhadap apa yang kami sampaikan," jelas dokter Tifa.
Melihat aksi para pendukung Jokowi yang sedemikian rupa menyerangnya, dokter Tifa menilai bahwa mereka mulai merasa panik.
"Jadi memang itu menunjukkan justru kepanikan dari bagaimana mereka katakanlah yang melaporkan saya ini panik. Kenapa harus menggunakan termul-termul yang diternakkan begitu banyak, kenapa harus menggunakan buzzer senior pun diturunkan, kenapa? Serang aja dengan bukti, bicara aja diskusi dengan substansi," timpal dokter Tifa.
Selain itu, dokter Tifa mengaku bahwa tak hanya dirinya yang mendapatkan perundungan, namun anaknya pun turut mendapat teror. Dokter Tifa mengatakan alamat tempat tinggalnya berusaha untuk dilacak dan sang anak pun mendapatkan bullying.
Tindakan tersebut dinilai keterlaluan dan mengerikan karena terjadi pada anak-anak.
"Bahkan anak saya pun kena korban. Sekarang anak say dibully juga, anak saya diteror juga, sampai alamatnya di mana ini anak tinggalnya di mana, kan itu mengerikan sekali," kata dokter Tifa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma
-
KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan
-
Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
-
Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?
-
Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan
-
Hanya Berlaku Hari Ini, Tarif MRT Jakarta Dibanderol Rp243
-
Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran
-
MRT Berlakukan Tarif Rp243 Bagi Pelanggan Khusus Hari Ini, Berikut Persyaratannya
-
Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang