Melewati 1,5°C bukan berarti dunia kiamat. Ini peringatan, bukan vonis mati.
Jonathan Overpeck, dekan sekolah lingkungan di Universitas Michigan, yang tidak terlibat dalam studi ini, menegaskan pentingnya terus beraksi.
“Melewati ambang batas berarti semakin sering terjadi ekstrem iklim, gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya, kekeringan ekstrem, badai besar.”
Sementara itu, Andrew Dessler dari Universitas Texas A&M menilai target 1,5°C memang aspiratif dan sulit tercapai. Tapi, “melewatkannya bukan berarti kiamat,” tulisnya.
“Setiap sepersepuluh derajat pemanasan membawa dampak yang lebih buruk.”
Dengan kata lain, masih ada ruang untuk berbuat. Mempercepat transisi energi bersih, menghentikan ketergantungan pada batu bara dan minyak, serta membangun sistem yang tangguh terhadap perubahan iklim menjadi keharusan, bukan pilihan.
Karena meski kita telah terlalu lama menunda, pilihan hari ini akan menentukan apakah bumi tetap bisa dihuni secara adil dan aman oleh generasi yang akan datang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Cak Imin Sentil Jaksa soal Kasus Korupsi Videografer Amsal: Nilai Kreativitas Rp0, Sama Saja Dibunuh
-
Intip Wanita Pemandu Kereta Odong-odong di Toilet, ABG 18 Tahun Ditangkap
-
Rudal Iran Hantam Fasilitas Kimia Israel, Ancaman Gas Beracun Picu Kepanikan
-
Bawa Buku Paradoks Indonesia, Diaspora di Tokyo Ungkap Kesan Haru Bertemu Presiden Prabowo
-
Prajurit Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Misi Perdamaian TNI
-
Subsidi Energi Bersih Lebih Banyak Dinikmati Orang Kaya, Studi Ungkap Ketimpangan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
Malaysia Bela Palestina dan Iran, Tangkap 8 Warga Israel yang Nyasar karena AI
-
Momen Hangat, Anak Diaspora Indonesia di Jepang Sambut Prabowo
-
Legislatif Jadi Sorotan: Kepatuhan LHKPN Baru 55 Persen, KPK Ingatkan Keteladanan Wakil Rakyat