Dia menjelaskan, Prabowo tak sendirian memilah kandidat-kandidat tersebut, melainkan didiskusikan bersama menteri-menteri terkait.
Prasetyo mengatakan, penunjukan Dubes Indonesia untuk AS itu akan disegerakan mengingat peran pentingnya guna mengamankan posisi RI tatkala terjadi perang tarif perdagangan global.
Dia tak mau mengungkapkan kelima nama kandidat yang tengah dikaji Prabowo.
Namun, Prasetyo mengatakan terdapat sejumlah parameter penilaian yang digunakan presiden untuk menimbang-timbang sosok yang tepat untuk posisi tersebut.
Misalnya, kata dia, sosok yang dimaksud mempunyai kemampuan mumpuni dalam melakukan diplomasi tingkat tinggi.
Lalu, sambung Prasetyo, Presiden Prabowo juga mempertimbangkan kemampuan calon yang memiliki kepiawaian bidang perekomonian.
Menurutnya, keahlian dalam bidang ekonomi diperlukan karena Dubes Indonesia untuk AS akan banyak mengurusi persoalan hubungan dagang.
Airlangga Hartarto dan isu reshuffle
Sebelumnya, seperti informasi yang didapatkan Suara.com, nama mantan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto santer disebut didorong untuk menjadi Dubes Indonesia di AS.
Baca Juga: Dipanggil Prabowo ke Hambalang, Ini Laporan Lengkap Mensos Terkait Sekolah Rakyat
Airlangga sendiri kekinian masih memangku jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada kabinet Prabowo - Gibran.
Namun, seorang Sumber Suara.com mengatakan, Airlangga Hartarto belum akan terlempar dari kabinet.
Sebab, Presiden Prabowo masih menginginkan Airlangga dalam kabinetnya.
Airlangga sendiri enggan mengomentari isu pergantian menteri, termasuk kemungkinan dirinya terlempar keluar lingkaran istana.
Airlangga juga cuma melempar senyuman ketika mendapat pertanyaan awak media mengenai isu dirinya akan dijadikan Dubes Indonesia untuk AS.
Berita Terkait
-
Prabowo Sentil BUMN Kerja Lambat, Anggota Komisi VI DPR Beberkan Sejumlah Hal yang Jadi Hambatan
-
Prabowo Manjakan 25 Wamen Ini dengan Rangkap Jabatan, Pengamat: Biar Kerja dan Tambah Rezeki
-
DPR Dukung Indonesia Kerja Sama Nuklir dengan Rusia: Selama untuk Tujuan Damai
-
Prabowo Bubarkan Satgas Saber Pungli Warisan Jokowi: Tak Efektif atau Ada Maksud Politik?
-
Ungkit Uni Soviet, Puji-puji Prabowo ke Putin: Rusia Bantu Kita Tanpa Minta Cepat Kembalikan Utang
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap
-
KUHAP Baru Berlaku Besok, YLBHI Sebut Indonesia Darurat Hukum
-
Demokrat Tegaskan SBY Difitnah, Ancam Penjarakan Akun TikTok Penyebar Isu Ijazah Jokowi
-
Sabu 50 Kg Disamarkan Label Durian, Kurir Ditangkap sebelum Masuk Kampung Bahari