Suara.com - Wacana pemakzulan atau impeachment kembali menghangat di panggung politik Indonesia. Kali ini, usulan tersebut menyasar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang disampaikan oleh Forum Purnawirawan Perwira Tinggi TNI-Polri (FPPT) kepada MPR.
Isu ini sontak memicu perdebatan publik, mengingatkan bahwa pemakzulan adalah mekanisme konstitusional yang sah, meski jarang terjadi, untuk meminta pertanggungjawaban pejabat tinggi negara.
Pemakzulan, secara sederhana, adalah proses hukum dan politik di mana badan legislatif mengajukan tuntutan terhadap seorang pejabat publik. Proses ini tidak secara otomatis berarti pemecatan, melainkan merupakan langkah awal menuju persidangan yang dapat berujung pada pelengseran dari jabatan.
Isu ini bukanlah hal baru di dunia. Sejarah mencatat sejumlah kepala negara dan pemerintahan dari berbagai belahan dunia pernah menghadapi proses serupa. Beberapa berhasil dilengserkan, sementara yang lain selamat dari ancaman pemakzulan. Berikut adalah 7 kisah pemimpin dunia yang pernah dimakzulkan, menjadi cermin sejarah di tengah dinamika politik saat ini.
1. Abdurrahman Wahid, Indonesia (2001)
Indonesia pernah melewati proses ini ketika Presiden Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur, dimakzulkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada Juli 2001.
Gus Dur dituduh terlibat dalam skandal korupsi yang dikenal sebagai "Buloggate" dan "Bruneigate", serta dianggap tidak kompeten dalam memimpin negara.
Krisis politik memuncak ketika Gus Dur mencoba mengeluarkan dekret untuk membekukan parlemen, namun langkah tersebut ditolak dan justru mempercepat kejatuhannya. Ia akhirnya diberhentikan dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Megawati Soekarnoputri.
2. Park Geun-hye, Korea Selatan (2017)
Baca Juga: Usul Pemakzulan Gibran Terjegal di Meja Pimpinan DPR, Sengaja Dihambat atau Sesuai Prosedur?
Presiden wanita pertama Korea Selatan, Park Geun-hye, harus mengakhiri masa jabatannya secara tidak terhormat. Ia dimakzulkan oleh Parlemen pada Desember 2016 atas tuduhan serius, termasuk penyalahgunaan kekuasaan, penyuapan, dan membiarkan orang kepercayaannya, Choi Soon-sil, ikut campur dalam urusan negara.
Skandal ini memicu gelombang protes besar-besaran di seluruh negeri. Mahkamah Konstitusi Korea Selatan akhirnya menguatkan keputusan pemakzulan pada Maret 2017, secara resmi melengserkan Park dari kursi kepresidenan.
3. Dilma Rousseff, Brasil (2016)
Nasib serupa dialami presiden wanita pertama Brasil, Dilma Rousseff. Ia dimakzulkan dan diberhentikan dari jabatannya pada Agustus 2016. Tuduhan utamanya bukanlah korupsi pribadi, melainkan manipulasi anggaran negara secara ilegal untuk menutupi defisit yang sebenarnya menjelang pemilu.
Meskipun ia tidak dilarang memegang jabatan publik, proses pemakzulan tersebut mengakhiri 13 tahun kekuasaan Partai Buruh di Brasil dan menunjukkan betapa rapuhnya posisi seorang pemimpin ketika dihadapkan pada tekanan politik dan ekonomi.
4. Bill Clinton, Amerika Serikat (1998)
Tag
Berita Terkait
-
Tak Mau Ingkari Putusan Munas Golkar, Bahlil Tegaskan Bakal Dukung Prabowo-Gibran hingga Selesai
-
Prabowo Yes, Gibran Nanti Dulu, PAN Belum Tegaskan Dukungan Wapres Dua Periode
-
Jokowi Solid Dukung Prabowo 2 Periode, Gibran Dinilai Lebih Matang untuk Maju Pilpres 2034
-
Ada Apa di Balik Ngototnya Jokowi Suarakan Prabowo-Gibran Dua Periode?
-
Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Herman: Demokrat Masih Fokus Sukseskan Program Presiden
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Respons Polemik Penonaktifan BPJS PBI, Dasco Pimpin Rapat Lintas Komisi dan Kementerian
-
Prabowo Kumpulkan TNI dan Polri di Istana, Bahas Agenda Strategis Awal Tahun
-
Transaksi Ganja 9,4 Kg Digagalkan di Parkiran RS UKI, Polda Metro Jaya Ciduk Tiga Orang!
-
Ketimpangan Tabungan Meningkat: Simpanan di Atas Rp1 Miliar Tumbuh, Saldo Rakyat Kecil Tergerus
-
Pelajar Meninggal Dunia Diduga Akibat Jalan Rusak, Keluarga Bisa Tuntut Pemerintah
-
Punya Uang, Tapi Takut Belanja: Ini yang Terjadi pada Konsumen Indonesia
-
Diplomasi Indonesia Berduka, Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo Tutup Usia
-
BMKG Terbitkan Peringatan Dini Jabodetabek: Hujan Lebat dan Angin Kencang Senin Pagi
-
Dua Lokasi Sekaligus! Kecelakaan Seret Pembatas Busway, Layanan Transjakarta Terganggu
-
Kalender Akademik 2026 dan Jadwal Libur Lengkap Januari - Juni