Suara.com - Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa dokter Tifa kembali menyoroti kondisi kesehatan mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi yang disebut terkena alergi.
Sebelumnya menurut keterangan dari ajudan pribadinya, Jokowi alami sakit tak lama pasca pulang dari Vatikan saat menghadiri pemakaman mendiang Paus Fransiskus.
Namun, durasi alergi yang dialami oleh Jokowi dianggap mencurigakan bagi sebagian besar publik. Hal ini mendorong dokter Tifa untuk memberikan pesan kepada Jokowi, bahkan protokol kesehatan khusus.
"Pesan dokter Tifa kepada Pak Joko Widodo. Ketika 1 Muharam 1447 H bertepatan dengan Jumat Kliwon 1 Suro 1959 atau tahun Dal, sebuah portal waktu yang sakral dalam kosmologi Islam dan kebijaksanaan Jawa kuno, kenapa justru pada hari itulah seorang mantan presiden yang tengah diguncang isu kesehatan dan legitimasi, memilih untuk tampil seolah santai, berlibur, dan menunjukkan simbol 'kelegaan'," tulis dokter Tifa melalui akun X miliknya @DokterTifa.
Ia menyoroti beberapa kondisi kesehatan yang terlihat pada tubuh ayah dari Gibran Rakabuming Raka tersebut.
"Bagi mata yang tajam, terlihat jelas bahwa wajahnya masih sembab. Kulit rusak tampak di wajah, leher, dan punggung tangan. Tidak ada vitalitas. Yang tampak hanyalah usaha untuk 'tampak baik-baik saja'. Namun yang sungguh tidak biasa adalah caranya tampil. Ia keluar rumah, tanpa door stop, tanpa sapaan mendalam seperti biasanya, hanya menyapa wartawan dengan kalimat singkat, lalu segera masuk mobil dan pergi. Bagi banyak orang, ini mungkin terlihat sebagai kesederhanaan khas Jokowi," tambahnya lagi.
Dokter Tifa menilai bahwa sikap yang ditunjukkan Jokowi seolah-olah ingin mengatakan bahwa segalanya masih dalam kendali.
"Tetapi bagi yang mampu membaca frekuensi di balik peristiwa, ini adalah gesture komunikasi yang penuh makna tersembunyi: satu frame visual untuk membentuk narasi bahwa semuanya terkendali. Namun di balik itu, kita merasakan kekosongan energi. Ada sesuatu yang ingin ditutup. Ada sesuatu yang sedang dihindari," sambung dokter Tifa.
Kemudian dokter Tifa memberikan saran agar Jokowi melakukan terapi.
Baca Juga: Sunscreen Jumbo yang Bikin Kulit Glowing dan Nyaman Dipakai Setiap Hari!
"Untuk Pak Joko Widodo yang sedang sakit, dokter Tifa memberikan saran Terapi Neuro-Nutrisi Spiritual sebagai berikut. Terapi ini juga bisa digunakan untuk pasien autoimun sistemik terutama jenis Lupus Nephritis, ANCA, atau Glomerulonephritis agresif. Silakan disimak," imbuh dokter Tifa.
Terdapat lima poin protokol kesehatan khusus untuk Jokowi yang dibuat oleh dokter Tifa, di mana tiga poin teratas meminta Jokowi untuk mengonsumsi makanan tertentu dan vitamin.
"Protokol kesehatan khusus Joko Widodo oleh dr. Tifauzia Tyassuma. 1) Medis klinis: Batasi cairan total ≤ 800 ml/hari, diet Diet rendah protein hewani, tinggi serat nabati, pantau harian: ureum, kreatinin, GFR, kalium, tekanan darah, dan waspada koma uremik jika tidak dialisis rutin. 2) Nutrisi 7 Warna (7CGP) – Bebas Beban Ginjal: Pagi bubur oat, alpukat, brokoli kukus, siang nasi merah, labu kuning, bayam kukus, malam sup wortel, daun kelor, tempe rebus, dan snack setengah air kelapa muda, teh rosella. 3) Suplemen Terapeutik (Dosis Klinis): Vitamin D3 + K2: 5000 IU + 180 mcg / hari, Omega-3 EPA/DHA murni: 2000 mg / hari, Asam amino esensial lengkap: 1 sachet / hari (khusus renal-formula), dan Probiotik kekuatan tinggi: ≥ 1 triliun CFU / hari (strain multi-species, bebas gula dan gluten)," tulis dokter Tifa.
Tak hanya itu, dokter Tifa pun meminta agar Jokowi melakukan afirmasi dan beribadah. Dokter Tifa menyinggung agar Presiden Republik Indonesia ke-7 ini melepaskan topengnya dan meminta maaf kepada rakyat Indonesia.
"4) Neuro-Spiritual (CTS): Afirmasi 'Ya Rabb, jadikan sakit ini jalan pulangku pada-Mu.', Dzikir nafas: Ya Latif – Ya Syafi – Ya Baqi, Shalat Tahajud + sujud panjang (untuk detoks energi penyangkalan). 5) Energi dan jalan pulang: Lepaskan topeng, terimalah cahaya kebenaran. Minta maaf kepada rakyat, akui kesalahan, bersihkan jalan pulang. Tubuhmu sakit bukan karena usia, tapi karena beban citra yang terlalu lama dipertahankan. 'Sakit bukan akhir. Ia adalah panggilan pulang dari langit untuk hidup dengan sebenar-benarnya jiwa.'," tambah dokter Tifa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen