Suara.com - Suasana di Komisi I DPR RI kembali menghangat pada hari kedua uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon duta besar (dubes), Minggu. Sejumlah nama, mulai dari diplomat senior hingga politisi, hadir untuk menghadapi "ujian" dari para wakil rakyat.
Beberapa calon yang tampak hadir adalah Raden Dato Iman Kusumo, Gina Yoginda, dan Andi Rachmianto. Mereka tiba di kompleks parlemen secara bergantian untuk mengikuti proses seleksi yang digelar secara tertutup.
Total, ada 12 calon duta besar yang diuji pada hari ini, menyusul 12 kandidat lainnya yang telah menjalani proses serupa pada Sabtu (5/7).
Salah seorang calon, diplomat senior Andi Rachmianto, masih irit bicara mengenai negara penempatannya kelak.
"Kalau usulannya (calon dubes) sudah lama, tapi kan negaranya belum dikasih tahu, kan resmi. Jadi, kita tunggu saja," kata Andi Rachmianto sebagaimana dilansir Antara, Minggu (6/7/2025).
Politisi Bungkam
Sorotan tertuju pada Raden Dato Iman Kusumo, yang diketahui merupakan seorang politisi dan pernah masuk dalam jajaran tim kampanye Pilpres 2024. Saat dicecar pertanyaan oleh awak media, ia memilih bungkam.
Raden Dato tidak berkomentar apa pun mengenai pencalonannya. Bersama timnya, ia langsung berjalan dan masuk ke dalam ruang sidang Komisi I DPR RI.
Sinyal Tegas dari DPR
Baca Juga: Tes Hari Kedua: Siapa Calon Duta Besar RI untuk Mesir, Korea Utara, Oman, dan Malaysia
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menegaskan bahwa DPR tidak akan segan-segan memberikan catatan kritis, bahkan menolak calon yang dinilai tidak layak. Menurutnya, penilaian tidak hanya sebatas kelulusan, tetapi juga kesesuaian kandidat dengan negara tujuan.
Jika seorang calon dianggap tidak pas untuk negara yang diusulkan, Komisi I bisa merekomendasikan penempatan di negara lain.
"Atau memang tidak fit dan tidak proper untuk menjadi dubes sehingga perlu diusulkan pengganti," kata Sukamta.
Ia memastikan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif tanpa memandang latar belakang calon, baik itu diplomat, politisi, maupun dari kalangan lainnya.
"Tolak ukur itu objektif, tidak melihat background. Kalau memang karena background-nya dia fit, oke itu bisa processed lanjut, tapi kalau apa pun background-nya kalau tidak pas ya tidak dilanjutkan," katanya.
Setelah seluruh agenda uji kelayakan selesai, Komisi I akan menggelar rapat internal untuk memutuskan nasib para calon sebelum hasilnya dilaporkan kepada pimpinan DPR RI.
Berita Terkait
-
Tes Hari Kedua: Siapa Calon Duta Besar RI untuk Mesir, Korea Utara, Oman, dan Malaysia
-
Uji Kelayakan Calon Dubes RI: DPR Akui Ada Nama 'Kurang Pas', Siapa Saja?
-
Tetap Gas Pol di Akhir Pekan, Komisi I Masih Lakukan Uji Kelayakan 6 Calon Dubes
-
Dari Jenderal hingga Diplomat, Benarkah Calon Dubes RI Sosok 'Kelas Berat'?
-
Calon Dubes RI untuk Jepang, Mantan Ketua Mahasiswa Pencinta Alam
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat
-
Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar
-
Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang
-
Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan
-
Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo