Suara.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando mengonfirmasi bahwa dirinya telah resmi ditunjuk sebagai komisaris di PT PLN Nusantara Power (PLN NP).
PT PLN Nusantara Power merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) yang bergerak di sektor pembangkitan listrik. Ade menyebut ia mulai menjalankan tugas barunya sejak Kamis, 4 Juli 2025.
Penunjukkan Ade Armando menjadi komisaris PLN NP mencuat ke publik setelah dokumen hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tersebut beredar di media sosial pada awal Juli 2025.
Dalam dokumen tersebut tertulis susunan terbaru dewan komisaris dan direksi PLN NP.
“Ya, saya sudah resmi menjabat sebagai komisaris PLN Nusantara Power. Mulai aktif bekerja sejak 4 Juli lalu,” kata Ade kepada wartawan, Jumat (5/7/2025).
Dalam susunan kepengurusan baru itu, Edi Srimulyanti ditetapkan sebagai komisaris utama sekaligus komisaris independen.
Sementara Ade Armando menempati posisi sebagai anggota dewan komisaris yang bertugas mengawasi jalannya perusahaan dan memberikan masukan strategis kepada manajemen.
Jabatan komisaris pada perusahaan BUMN seperti PLN NP umumnya disertai dengan remunerasi yang cukup besar.
Berdasarkan Laporan Tahunan 2024 PLN Nusantara Power, penghasilan jajaran direksi dan dewan komisaris ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Pemegang Saham Mayoritas PLN NP tertanggal 24 September 2024.
Baca Juga: Daftar Kontroversi Ade Armando yang Jadi Komisaris PLN Nusantara Power
SK tersebut mengatur tentang penggunaan laba bersih 2023, tantiem tahun berjalan, serta penetapan penghasilan pada 2024 bagi manajemen perseroan.
Struktur penghasilan anggota dewan komisaris PLN NP mencakup honorarium bulanan, sejumlah tunjangan, fasilitas, dan tantiem atau bonus yang diberikan berdasarkan capaian kinerja perusahaan.
Komisaris utama memperoleh honorarium setara 45 persen dari gaji direktur utama. Sementara itu, anggota dewan komisaris menerima honorarium sebesar 90 persen dari honorarium komisaris utama.
Berikut perkiraan rincian penghasilan yang diterima anggota dewan komisaris PLN Nusantara Power untuk tahun 2024
- Honorarium bulanan: Rp106.920.000,
- Tunjangan transportasi (20 persen dari honorarium): Rp21.384.000 per bulan.
- Tunjangan komunikasi: Rp1.000.000 per bulan
- Tunjangan Hari Raya (THR): Satu kali honorarium atau Rp106.920.000
- Tantiem tahunan: Antara Rp393.096.375 hingga Rp673.879.500, bergantung pada kinerja perusahaan dan keputusan pemegang saham.
Selain penghasilan tersebut, anggota dewan komisaris juga memperoleh fasilitas lainnya, seperti layanan kesehatan, perlindungan asuransi purnajabatan, serta berbagai bantuan operasional sesuai ketentuan perusahaan.
Jika diakumulasikan, total penghasilan tahunan yang diterima seorang komisaris PLN NP dapat mencapai lebih dari Rp2 miliar, termasuk honorarium, tunjangan, dan tantiem.
Penunjukan Ade Armando sebagai komisaris PLN Nusantara Power memunculkan beragam respons di masyarakat.
Sebagian kalangan menilai langkah ini dapat memberikan perspektif baru dalam pengawasan perusahaan.
Namun, ada juga pihak yang mempertanyakan latar belakang Ade yang dikenal sebagai akademisi dan pengamat komunikasi politik, bukan praktisi di sektor ketenagalistrikan.
Hingga kini, pihak PLN Nusantara Power belum memberikan penjelasan resmi mengenai pertimbangan penunjukan Ade Armando ke posisi strategis tersebut.
Namun, Ade menyatakan siap melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
“Saya akan menjalankan peran sesuai amanah dan memastikan PLN Nusantara Power dapat bekerja optimal dalam melayani kebutuhan energi nasional,” ujar Ade.
Sebagai perusahaan yang memiliki peran penting dalam penyediaan energi listrik nasional, PLN Nusantara Power diharapkan terus meningkatkan kinerjanya.
Publik kini menanti kontribusi nyata dari jajaran komisaris baru, termasuk Ade Armando, dalam mendukung transformasi energi di Indonesia.
Berita Terkait
-
Daftar Kontroversi Ade Armando yang Jadi Komisaris PLN Nusantara Power
-
Kenapa Ade Armando Jadi Komisaris PLN Nusantara Power?
-
Sering Kesetrum Jadi Kemungkinan Alasan Ade Armando Dapat Jatah Komisaris PLN Nusantara Power
-
Ade Armando Benarkan Dirinya Ditunjuk Jadi Komisaris PLN NP
-
Siapa Nikson Silalahi ? Rangkap Jabatan Komisaris Utama dan Komisaris Independen PLN EPI
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!