News / Nasional
Senin, 07 Juli 2025 | 15:32 WIB
Calon duta besar untuk KBRI Azerbaijan Berlian Helmy di kompleks parlemen, Jakarta, Minggu (6/7/2025) [Suara.com/ANTARA]

Suara.com - Komisi I DPR RI melaporkan hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap 24 nama calon duta besar (dubes) kepada Pimpinan DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan bahwa semua proses uji kelayakan dan kepatutan sudah dilalui.

Hasil dari tes tersebut, kata dia, akan diserahkan ke Pimpinan DPR RI.

Untuk dilanjutkan penempatan di berbagai Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di berbagai negara sahabat dan Perwakilan Tetap RI di organisasi internasional.

"Ya benar, tadi di-fit and proper test. Hasilnya dilaporkan kepada Ketua DPR untuk disampaikan kepada Presiden," kata Sukamta kepada ANTARA saat dikonfirmasi mengenai nama-nama calon dubes.

Berikut nama-nama calon dubes setelah selesai menjalani uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Sabtu hingga Minggu, 5-6 Juli 2025:


1. Abdul Kadir Jaelani – Dubes RI untuk Jerman (Berlin)

2. Redianto Heru Nurcahyo – Dubes RI untuk Slovakia (Bratislava)

3. Umar Hadi – Perwakilan Tetap RI New York

Baca Juga: Sosok Syahda Guruh Langkah Samudera, Disebut Calon Dubes RI untuk Qatar

4. Hotmangaradja Pandjaitan – Dubes RI untuk Singapura

5. Nurmala Kartini Sjahrir – Dubes RI untuk Jepang (Tokyo)

6. Indroyono Soesilo – Dubes RI untuk Amerika Serikat (Washington DC)

7. Adam Mulawarman Tugio – Dubes RI untuk Vietnam (Hanoi)

8. Laurentius Amrih Jinangkung – Dubes RI untuk Belanda (Den Haag)

9. Judha Nugraha – Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (Abu Dhabi)

10. Sidharto Reza Suryodipuro – Perwakilan Tetap RI di PBB Swiss (Jenewa)

11. Andhika Chrisnayudhanto – Dubes RI untuk Brazil (Brasilia)

12. Syahda Guruh Langkah Samudera – Dubes RI untuk Qatar (Doha)

13. Andi Rahardian – Dubes RI untuk Oman

14. Imam As’ari – Dubes RI untuk Ekuador (Quito)

15. Listyowati – Dubes RI untuk Bangladesh dan Nepal

16. Kuncoro Giri Waseso – Dubes RI untuk Mesir

17. Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo – Dubes RI untuk Malaysia

18. Mayjen (Purn) Gina Yoginda – Dubes RI untuk Korea Utara

19. Yusron Bahauddin Ambary - Dubes untuk Algeria

20. Lukman Hakim Siregar - Dubes untuk Suriah

21. Berlian Helmy - Dubes untuk Ajerbaizan

22. Hari Prabowo - Dubes untuk Thailand

23. Okto Dorinus Damanik - Dubes RI untuk Papua Nugini

24. Andi Rachmianto - Dubes RI untuk Belgia


Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meminta para calon duta besar (dubes) Republik Indonesia menjadi penggerak diplomasi iklim dan energi bersih.

Dengan menjalin kemitraan strategis untuk mempercepat transisi energi dan membangun kolaborasi, mendatangkan investasi, hingga transfer pengetahuan bidang energi terbarukan.

Dengan tantangan perubahan iklim, kebutuhan energi bersih, dan transformasi ekonomi global, menurut dia, menuntut Indonesia untuk lebih aktif membangun kerja sama internasional di bidang energi terbarukan dan upaya dekarbonisasi.

"Sejalan dengan visi ketahanan energi Presiden Prabowo, akan sangat baik jika para Dubes bisa mengajak pelaku usaha di negara tempat penugasannya untuk ikut berpartisipasi dalam proyek-proyek EBT (energi baru terbarukan) di Indonesia yang sangat menjanjikan," kata Eddy di Jakarta.

Dia mengatakan bahwa para calon dubes itu perlu memiliki visi strategis serta kemampuan untuk mengomunikasikan agenda transisi energi dan pembangunan rendah karbon menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060.

"Bentuk kontribusi misalnya dengan secara aktif melakukan sosialisasi rencana transisi energi di Indonesia sebagai bagian dari komitmen global Indonesia untuk melakukan dekarbonisasi perekonomiannya,” kata dia.

Selain itu, bahwa dalam penugasan nanti pada Dubes perlu menjadi juru bicara potensi EBT serta ekonomi karbon Indonesia di negara tempat penugasannya masing-masing.

"Harapannya para dubes juga proaktif untuk mengajak, sekaligus meyakinkan lembaga-lembaga keuangan di negaranya masing-masing untuk berinvestasi membiayai proyek-proyek hijau di Indonesia,” kata dia.

Saat ini, menurut dia, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi kredit karbon serta kapasitas penyimpanan karbon terbesar di kawasan Asia.

Sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi negara-negara penghasil emisi karbon yang membutuhkan karbon offset dari Indonesia.

"Kami di MPR siap berkolaborasi membangun semangat diplomasi iklim yang sejalan dengan agenda besar pembangunan berkelanjutan Indonesia dan visi Presiden Prabowo untuk lingkungan hidup dan ketahanan energi,” katanya.

Load More