Suara.com - Ada kisah-kisah yang melampaui batas-batas logika sederhana, perjalanan jiwa yang begitu mendalam hingga mampu mengguncang keyakinan yang telah dipeluk selama hampir setengah abad.
Inilah kisah Gould David, seorang pria yang selama 45 tahun hidupnya didedikasikan sepenuhnya untuk pelayanan sebagai pendeta di Australia.
Namun, di senja pengabdiannya, ia menemukan sebuah cahaya baru dari arah yang tak pernah ia duga, membawanya pada keputusan paling monumental dalam hidupnya: memeluk Islam.
Selama lebih dari empat dekade, jubah dan mimbar adalah dunianya. Ia telah membaptis, memimpin misa, memberikan konseling, dan mengkhotbahkan ajaran Kristen dengan penuh dedikasi.
"Setiap lembar kalender selama 45 tahun pelayanan saya di gereja bukanlah lembaran yang terbuang sia-sia," kata Gould, yang kini lebih suka dipanggil Abdul Rahman.
Gould David adalah sosok yang dihormati, seorang gembala bagi jemaatnya, dan seorang sarjana teologi yang telah menghabiskan puluhan ribu jam mempelajari kitab suci.
Namun, di dalam dirinya, ada sebuah pencarian yang tak pernah benar-benar padam, sebuah kehausan intelektual dan spiritual untuk memahami Tuhan secara lebih utuh.
Pencariannya ini bukanlah pemberontakan, melainkan sebuah evolusi pemikiran. Ia mulai mempelajari teks-teks agama lain sebagai bagian dari studi banding teologisnya.
Awalnya, pendekatannya murni akademis, sebuah upaya untuk memahami bagaimana orang lain memandang Yang Ilahi.
Baca Juga: Pemprov DKI Batal Uji Coba Car Free Night 5 Juli, Peringatan Tahun Baru Islam Digelar di Tiap Kota
Namun, ketika ia mulai membuka dan mendalami Al-Quran, sesuatu yang fundamental mulai bergeser di dalam dirinya.
"Setiap momen adalah bagian dari perjalanan panjang yang Tuhan rancang untuk saya, sebuah fondasi pengetahuan yang justru membuat saya mampu mengenali kebenaran saat ia datang menyapa," tutur Abdul Rahman.
Dia mengaku menghabiskan waktu bertahun-tahun membaca Alquran, bukan lagi sebagai objek studi kritis dari luar, melainkan sebagai seorang pencari yang tulus.
Ayat demi ayat ia resapi, dan perlahan, dinding-dinding keraguan yang dibangun oleh stereotip dan kesalahpahaman mulai runtuh.
Rahman menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan teologis yang telah lama bersemayam di benaknya, disajikan dengan cara yang ia deskripsikan sebagai "sangat logis, puitis, dan menyentuh langsung ke inti jiwa."
Titik baliknya terjadi di suatu malam yang sunyi, setelah ia selesai membaca Surah Al-Ikhlas. Konsep keesaan Tuhan yang murni dan tanpa kompromi (Tauhid) menghantamnya dengan kekuatan yang luar biasa.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Batal Uji Coba Car Free Night 5 Juli, Peringatan Tahun Baru Islam Digelar di Tiap Kota
-
Enggan Tanggapi Soal Uji Coba Car Free Night Jakarta, Pramono Serahkan ke Wagub
-
Institut Leimena Latih Para Guru se-Indonesia untuk Mampu Pahami Literasi Agama Lintas Budaya
-
Ganti Nama Rumah Sakit Al Ihsan Jadi Welas Asih, Dedi Mulyadi Diserbu Tuduhan Anti-Islam
-
Ulasan Buku Kareem and Khaleel Finding Allah: Refleksi Lembut Soal Keimanan
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global
-
Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas