Suara.com - Rencana pelibatan Koperasi Merah Putih dalam Program 3 Juta Rumah yang disampaikan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah dinilai kurang tepat.
Peneliti Center of Economic and Law Studies atau Celios, Nailul Huda menilai seharusnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak dilibatkan dalam program pembangunan 3 Juta Rumah.
"Terkait dengan pembangunan 3 juta rumah, saya rasa seharusnya tidak melibatkan secara khusus Koperasi Merah Putih ini dalam program tersebut," kata Huda saat dihubungi Suara.com, Senin 7 Juli 2025.
Menurutnya, koperasi desa bisa dioptimalkan untuk menyuplai bahan banguan atau material sehingga bisa bersaing dengan pihak swasta. Sehingga dapat memacu peningkatan kualitas bahan bangunan.
Huda menjelaskan apabila koperasi desa ditetapkan sebagai penyuplai utama, berpotensi mempengaruhi kualitas bahan bangunan.
"Akan terjadi potensi kualitas produk yang tidak layak karena tidak ada persaingan dengan pihak swasta untuk menyediakan barang yang bagus dengan anggaran yang ditetapkan," ujarnya.
Pelibatan koperasi desa juga berpotensi mematikan usaha masyarakat yang bersinggungan dengan usaha koperasi.
"Selain itu, Koperasi Merah Putih ini belum terbukti berkinerja bagus. Jadi saya khawatir, sudah tidak bagus, malah jadi ladang korupsi," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengemukakan bahwa pelibatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam program pembangunan 3 juta rumah masih perlu dibahas.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih akan Dilibatkan Program 3 Juta Rumah, Budi Arie Jawab Begini
Termasuk usulan yang disampaikan Fahri Hamzah menjadikan koperasi desa sebagai penyuplai bahan bangunan.
"Usulan itu sangat bagus. Karena sinergi itu penting. Soal skema-skema detailnya nanti kita bicarakan," kata Budi Arie.
Koperasi desa diakuinya dapat diberdayakan dalam berbagai hal, termasuk dalam pengadaan material.
"Nanti kan pengkonsolidasiannya, pengorganisirannya, termasuk mendata warga-warga desa yang perlu rumah," katanya.
Mengutip dari Antara, Fahri Hamzah menjelaskan pelibatan koperasi desa guna mengoptimalkan manfaatnya, salah satunya menyuplai bahan bangunan.
"Kami ingin mengaktifkan koperasi desa merah putih untuk ikut serta dalam penyediaan bahan bangunan untuk renovasi rumah ini," kata Fahri di Jakarta pada 23 Juni 2025 lalu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!