Suara.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menerima kejutan ulang tahun dari pendukungnya saat sidang pembacaan pleidoi atau nota pembelaan kasus dugaan suap pada pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dan dugaan perintangan penyidikan.
Awalnya, Hasto ke luar dari ruang sidang sesaat setelah hakim menskors sidang. Kemudian, Hasto langsung ke luar dari lobi Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanpa menghampiri awak media.
Dia langsung disambut oleh para pendukungnya yang menyanyikan lagu ulang tahun. Namun, Hasto dikawal pihak polisi menuju basement di mana ruang terdakwa berada.
Meski begitu, para pendukung Hasto mengikutinya sampai ke basement. Kemudian, mereka yang menggunakan topi ulang tahun warna-warni juga memberikan sejumlah kue dengan lilin ulang tahun yang menyala di atasnya.
Euforia terjadi ketika mereka kembali menyanyikan lagu ulang tahun. Sejumlah pendukung bahkan bersalaman dan memeluk Hasto.
Hasto diketahui berulang tahun ke-59 pada Senin (7/7/2025).
Kuasa Hukum Hasto, Maqdir Ismail mengungkapkan situasi perayaan ulang tahun kliennya di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Maqdir menjelaskan bahwa dirinya sempat berkunjung ke rutan pada hari ulang tahun Hasto. Saat itu, Hasto juga menerima kunjungan dari keluarganya.
“Kemarin datang ke sana ya biasa aja sih, nggak ada yang istimewa. Waktu kita datang memang sebelum kami datang itu kan ada keluarga yang datang untuk ketemu beliau,” kata Maqdir saat ditemui di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga: Hasto Klaim Dikriminalisasi karena Tolak Israel: Ini Konsekuensi Sikap Politik Saya
Menurut dia, perayaan hari ulang tahun Hasto hanya diperingati dengan sederhana. Dia menyebut keluarga Hasto datang ke rutan KPK dengan membawa makanan seperti biasanya..
“Ya, bawa makanan. Paling begitu aja sih, nggak ada yang istimewa. Biasa-biasa,” tandas Maqdir.
Tuntutan 7 Tahun Penjara
Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta majelis hakim untuk memberikan hukuman pidana 7 tahun penjara kepada Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.
“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hasto Kristiyanto dengan pidana penjara selama 7 tahun,” kata jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2025).
Selain itu, Hasto juga dituntut untuk membayar pidana denda sebesar Rp 600 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar, maka diganti 6 bulan kurungan.
Berita Terkait
-
Tak Sudi Dituntut 7 Tahun Bui, Hasto PDIP Sebut Hukum jadi Bentuk Penjajahan Baru Penguasa
-
Hasto Curiga Hasyim Asyari Kasih Keterangan Baru Gegara 'Tersandera' Kasus Private Jet KPU?
-
Hasto Curiga Hasyim Asyari Kasih Keterangan Baru Gegara 'Tersandera' Kasus Private Jet KPU
-
Bacakan Pleidoi, Hasto PDIP Sebut Kasusnya Daur Ulang Imbas Kepentingan Politik Penguasa
-
Hasto Klaim Dikriminalisasi karena Tolak Israel: Ini Konsekuensi Sikap Politik Saya
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Bareskrim Turunkan Tim ke Sumbar Bidik Tambang Emas Ilegal, Ada Aktor Besar yang Diincar?
-
Banjir Arteri, Polisi Izinkan Sepeda Motor Masuk Tol Sunter dan Jembatan 31
-
Datangi Bareskrim, Andre Rosiade Desak Polisi Sikat Habis Mafia Tambang Ilegal di Sumbar!
-
Banjir Jakarta Meluas, 22 RT dan 33 Ruas Jalan Tergenang Jelang Siang Ini
-
Air Banjir Terus Naik! Polda Metro Jaya Evakuasi Warga di Asrama Pondok Karya
-
Curanmor Berujung Penembakan di Palmerah Terungkap, Tiga Pelaku Dibekuk di Jakarta hingga Cimahi
-
Diduga Tak Kuat Menampung Guyuran Hujan, Plafon SDN 05 Pademangan Timur Ambruk
-
Nadiem Hadapi Putusan Sela, Bebas atau Lanjut ke Sidang Pembuktian Kasus Korupsi Rp2,18 Triliun?
-
Terapis SPA Tewas di Kamar Kos Bekasi, Polisi Tangkap Pelaku dan Temukan Cairan Pembersih Toilet
-
Kekerasan Anak Masih Tinggi, PPPA Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman