Suara.com - Peran TNI dalam mendukung program pemerintah naik ke level berikutnya. Tak lagi hanya sebagai penyalur, Kodam I/Bukit Barisan atau Kodam I/BB kini menjadi produsen dengan memanen 40 ton beras dari lahan ketahanan pangan miliknya sendiri untuk disalurkan ke dapur-dapur gizi di Sumatera Utara.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melepas bantuan 40 ton beras untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara. Namun, yang membuat pengiriman kali ini istimewa adalah asal-usul beras tersebut.
Puluhan ton bahan pangan pokok itu merupakan hasil panen langsung dari lahan ketahanan pangan yang dikelola oleh Kodam I/BB, menunjukkan peran ganda TNI sebagai kekuatan pertahanan sekaligus motor penggerak ketahanan pangan nasional.
Dukungan TNI terhadap program prioritas nasional kini tidak hanya dalam bentuk tenaga dan distribusi, tetapi juga produksi. Hal ini dibuktikan dengan pelepasan 40 ton beras yang secara simbolis dilakukan oleh Panglima TNI.
"Panglima melepas sekitar 40 ton beras dalam membantu dapur SPPG untuk masyarakat Sumut," ujar Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto di Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis.
Rio Firdianto menegaskan bahwa puluhan ton beras ini adalah buah dari kerja keras di lahan ketahanan pangan milik Kodam I/Bukit Barisan. Bantuan ini diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan pangan untuk satu rumah selama empat bulan.
Langkah ini merupakan bagian dari kontribusi TNI yang lebih luas. Selain memproduksi beras, pihak Kodam juga secara aktif mendukung program pemerintah pusat dengan menyediakan lahan milik TNI AD untuk pembangunan dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta memberikan pendampingan.
Saat ini, di wilayah Kodam I/Bukit Barisan telah beroperasi 115 dapur SPPG yang dikelola TNI AD dan 110 dapur mandiri. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan penuh terhadap program MBG yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Kodam I/Bukit Barisan memastikan program ini berjalan efektif dengan merancang menu bersama para ahli gizi untuk menjamin standar nutrisi terpenuhi. Bagi TNI, program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul, sejalan dengan visi membentuk generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. (ANTARA)
Baca Juga: Kepala BGN Minta Tambahan Rp118 T, Pengamat: Pakai Kacamata Kuda, Masalah di Lapangan Diabaikan
Berita Terkait
-
Kepala BGN Minta Tambahan Rp118 T, Pengamat: Pakai Kacamata Kuda, Masalah di Lapangan Diabaikan
-
BGN Beberkan Alasan Program MBG di Papua Jauh dari Target, Begini Hambatannya
-
Program Makan Bergizi Gratis Terhambat di Papua, BGN Ungkap Alasan SPPG Sedikit
-
Produksi Dalam Negeri Tak Cukup, Jadi Alasan Pemerintah Buka Keran Impor Food Tray untuk MBG
-
Rp335 Triliun untuk MBG, BGN Ungkap Rincian Anggaran Jumbo di DPR
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!