Lantas, mengapa Prabowo perlu melakukan 'amputasi'? Rocky Gerung berpendapat bahwa ini adalah cara Prabowo untuk membangun legasinya sendiri dan membedakan dirinya dari Jokowi. Hingga saat ini, Prabowo dinilai masih 'aman' dari kritik publik.
"Saya tidak mengkritik Prabowo saat ini karena belum ada kebijakan Prabowo yang dianggap menghina rakyat, berbeda dengan beberapa proyek Jokowi," kata Rocky Gerung.
Lebih jauh, Rocky mengendus adanya upaya Prabowo untuk mengarahkan Indonesia ke corak ideologi yang berbeda. Ia melihat Prabowo sedang berupaya menghasilkan ideologi pembangunan yang lebih sosialistis.
Jika analisis ini benar, maka 'amputasi' proyek warisan Jokowi menjadi langkah logis untuk menyelaraskan kebijakan dengan visi ideologis yang baru, yang mungkin lebih fokus pada keadilan sosial.
Sadar Tekanan Publik Soal Gibran
Sebagai seorang politisi ulung, Prabowo diyakini sangat memahami dinamika dan tekanan publik, termasuk pada isu-isu sensitif seperti posisi wakilnya, Gibran Rakabuming Raka.
"Tekanan publik terkait pemakzulan Gibran dianggap dimengerti oleh Prabowo, dan proses di DPR akan menjadi jawaban atas tekanan tersebut," ujar Gerung.
Hal ini mengindikasikan bahwa Prabowo tidak tuli terhadap gejolak di masyarakat dan tengah mencari jalan keluar politik yang paling aman untuk menjaga stabilitas pemerintahannya kelak.
Manuver 'amputasi' proyek Jokowi bisa jadi salah satu kartu truf yang akan dimainkan untuk meraih simpati publik yang lebih luas.
Baca Juga: Duh! Rocky Gerung Sentil Keras Jokowi-Gibran, Tapi Puji Megawati dan Beri Harapan ke Prabowo
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!