Lantas, mengapa Prabowo perlu melakukan 'amputasi'? Rocky Gerung berpendapat bahwa ini adalah cara Prabowo untuk membangun legasinya sendiri dan membedakan dirinya dari Jokowi. Hingga saat ini, Prabowo dinilai masih 'aman' dari kritik publik.
"Saya tidak mengkritik Prabowo saat ini karena belum ada kebijakan Prabowo yang dianggap menghina rakyat, berbeda dengan beberapa proyek Jokowi," kata Rocky Gerung.
Lebih jauh, Rocky mengendus adanya upaya Prabowo untuk mengarahkan Indonesia ke corak ideologi yang berbeda. Ia melihat Prabowo sedang berupaya menghasilkan ideologi pembangunan yang lebih sosialistis.
Jika analisis ini benar, maka 'amputasi' proyek warisan Jokowi menjadi langkah logis untuk menyelaraskan kebijakan dengan visi ideologis yang baru, yang mungkin lebih fokus pada keadilan sosial.
Sadar Tekanan Publik Soal Gibran
Sebagai seorang politisi ulung, Prabowo diyakini sangat memahami dinamika dan tekanan publik, termasuk pada isu-isu sensitif seperti posisi wakilnya, Gibran Rakabuming Raka.
"Tekanan publik terkait pemakzulan Gibran dianggap dimengerti oleh Prabowo, dan proses di DPR akan menjadi jawaban atas tekanan tersebut," ujar Gerung.
Hal ini mengindikasikan bahwa Prabowo tidak tuli terhadap gejolak di masyarakat dan tengah mencari jalan keluar politik yang paling aman untuk menjaga stabilitas pemerintahannya kelak.
Manuver 'amputasi' proyek Jokowi bisa jadi salah satu kartu truf yang akan dimainkan untuk meraih simpati publik yang lebih luas.
Baca Juga: Duh! Rocky Gerung Sentil Keras Jokowi-Gibran, Tapi Puji Megawati dan Beri Harapan ke Prabowo
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Terima Rp5,5 Miliar dari Perusahaan Keluarga
-
Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran