Suara.com - Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Cipinang Muara, Agung Budi Santoso, membantah tudingan adanya praktik pungutan liar atau pungli dalam proses rekrutmen petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di wilayahnya.
Pernyataan ini merespons laporan warga yang menyebut suaminya diminta uang jutaan rupiah agar bisa diterima sebagai petugas PPSU.
"Itu tidak benar," kata Agung saat dikonfirmasi, Kamis (17/7/2025).
Kendati begitu, Agung memastikan pihaknya tidak tinggal diam. Kekinian tengah dilakukan pendalaman internal, termasuk oleh Inspektorat Kota Jakarta Timur yang telah datang langsung ke kantor kelurahan untuk mengonfirmasi laporan tersebut.
"Kami saat sedang mendalami permasalahan tersebut. Dari Inspektorat Kota Jakarta Timur sudah ke kantor untuk konfirmasi permasalahan tersebut," jelasnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ali Lubis, mengungkap adanya dugaan pungli saat proses pendaftaran PPSU di Cipinang Muara. Ia menerima laporan dari warga yang mengaku diminta uang sebesar Rp2 juta agar suaminya diterima sebagai petugas.
"Setelah saya melakukan sosialisasi ada masyarakat yang menyampaikan ke saya bahwa suaminya itu ikut mendaftar PJLP, PPSU di kelurahan. Namun dia laporkan, 'Pak suami saya diminta uang'. 'Berapa?' saya bilang. Sekitar Rp2 juta," ujar Ali saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (16/7).
Politikus Gerindra itu mengecam keras dugaan pungli tersebut. Ia menyebut praktik itu sebagai bentuk pemerasan terhadap warga miskin yang tengah berjuang mencari pekerjaan.
"Pungli-pungli ini yang dilakukan oleh oknum ya. Saya garis bawahi, praktik-praktik yang dilakukan oleh oknum ini, itu yang disebut dengan pemerasan orang miskin, saya bilang," tegasnya.
Baca Juga: Pungli PPSU Jakarta Timur: DPRD Ungkap Calon Petugas Diminta Setor Rp2 Juta
Tak hanya di DPRD, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, juga ikut buka suara. Ia menegaskan bahwa praktik pungli dalam rekrutmen PPSU memang benar terjadi, bukan lagi sekadar dugaan.
"Bukan dugaan, udah dari awal kita udah ngomong. Ya enggak bisa ditutupi, ada, dan kita udah ngomong itu harus diberantas," ucap Rano di Balai Kota, Rabu (16/7).
Rano menyatakan akan menindak tegas aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat. Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera mencari pelaku dan memberikan sanksi.
"Itu kita enggak bisa terima gitu, jadi langsung ditindak aja. Iya (dicari orangnya)," lanjutnya.
Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan proses rekrutmen terhadap 1.024 orang petugas PPSU sejak akhir Juni 2025. Para petugas ini nantinya akan ditempatkan di 239 kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Panas! Iran Siaga Penuh Antisipasi Serangan Amerika Serikat
-
JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?
-
Kasus Pelecehan di Transportasi Umum, UPT PPPA Ajak Masyarakat Berani Bertindak
-
Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan
-
Bukan Sekadar Pelengkap, Sekjen KPP RI: Legislator Perempuan Kini Bagian dari Pengambil Kebijakan
-
Jadi Tersangka, Eks Kadis LH Jakarta Asep Kuswanto Lalai Kelola Bantargebang Sejak 2024
-
PKS Mendadak Copot Khoirudin dari Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta, Ada Apa?
-
Istri Nadiem Makarim Sambangi DPR RI, Minta Audensi Terkait Kasus Chromebook
-
Jutaan Laporan Masuk, KAI Temukan Puluhan Kasus Pelecehan Seksual
-
Refly Harun Sebut Kabar Berkas Roy Suryo P21 Cuma Karangan: Jaksa Belum Terima Apa Pun!