Sebuah upaya untuk mempertemukan kembali garis perjuangan politik kontemporer dengan semangat dasar republik yang diperjuangkan oleh dwi tunggal Soekarno-Hatta.
“Silaturahmi ini bisa dianggap sebagai inisiasi moral. Di tengah kerasnya kontestasi politik, tindakan ini menyuguhkan sisi sejuk dari perpolitikan Indonesia—bahwa masih ada tokoh yang peduli pada rekam jejak sejarah dan etika berbangsa,” ujar Anto.
Meski tak menampik adanya dimensi politik dalam langkah tersebut, terutama menjelang suksesi kepemimpinan nasional, Anto justru melihatnya sebagai sebuah kecerdasan dalam merawat memori kolektif bangsa, bukan sekadar membangun jejaring elektoral.
“Bung Hatta adalah simbol kebijakan moral. Dengan menyentuh sisi ini, Dasco secara cerdas dan halus mengirim pesan bahwa ia ingin berada di barisan yang menyeimbangkan politik kekuasaan dengan etika kebangsaan,” ujarnya.
Anto Kusumayuda menutup analisisnya dengan sebuah seruan agar lebih banyak tokoh nasional meneladani sikap seperti ini—mengunjungi, merawat, dan menyerap kembali spirit para pahlawan bangsa sebagai kompas dalam menavigasi masa depan.
“Kita tak bisa bicara masa depan tanpa peta sejarah. Dasco sedang memberi contoh bahwa menyusun arah bangsa harus dimulai dari menghargai para peletak batu pertama republik ini,” pungkasnya.
Kunjungan ini pun disambut baik oleh publik, terutama generasi muda yang selama ini haus akan teladan politik yang beradab, santun, dan tidak kehilangan akarnya.
Di tengah krisis kepercayaan terhadap elite, langkah Dasco menunjukkan bahwa politik masih punya ruang bagi kehangatan, penghormatan, dan kesadaran sejarah.
Baca Juga: Dasco Sambangi Ruang Kerja Bung Hatta Bawa Pesan Presiden Prabowo, Soal?
Berita Terkait
-
Dasco Sambangi Ruang Kerja Bung Hatta Bawa Pesan Presiden Prabowo, Soal?
-
Haidar Alwi: Dasco Antitesis Kebisingan Politik
-
Gerindra Turun Tangan, Minta Ketua DPRD Kawal Tuntas soal Sekolah Disegel di Deli Serdang
-
Forum KISSNed: Legislator dan Politisi Muda Bisa Jadikan Dasco 'Role Model'
-
Penulisan Ulang Sejarah Diawasi DPR, Fadli Zon: Memang Tugas Mereka
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi