Suara.com - Kabinet pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto tidak hanya dinanti, tetapi juga dihadapkan pada ancaman serius: kemarahan rakyat.
Pengamat politik Syahganda Nainggolan secara terang-terangan memperingatkan bahwa tanpa perombakan besar-besaran, pemerintahan baru ini bisa berada dalam posisi berbahaya.
Peringatan keras ini menjadi benang merah utama dalam analisisnya, di mana ia memprediksi akan ada reshuffle kabinet signifikan yang didorong oleh ketidakpuasan publik dan kebutuhan mendesak akan sebuah kepastian.
Dalam podcast di Forum Keadilan TV, Ketua Dewan Direktur Great Institute itu menyiratkan bahwa nasib kabinet Prabowo akan sangat bergantung pada kemampuannya merespons sentimen publik.
"Syahganda optimis akan ada perubahan signifikan dalam kabinet karena rakyat marah dan butuh kepastian," tegasnya dalam analisis tersebut di YouTube.
Ancaman ini, menurutnya, berpusat pada kinerja program-program populis yang menjadi janji utama Prabowo. Ia secara spesifik menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilainya masih jauh panggang dari api.
Kegagalan dalam mengeksekusi program krusial ini bisa menjadi pemicu gejolak. Syahganda bahkan memberikan ultimatum yang lugas: "Jika tidak ada perubahan besar-besaran, terutama di sektor MBG, akan berbahaya".
Hanya Berharap pada Dua Sosok Kunci
Di tengah pesimismenya terhadap komposisi kabinet secara umum, Syahganda Nainggolan menaruh harapan pada dua figur spesifik yang diyakini bisa menjadi jangkar perubahan.
Baca Juga: Alarm 'Indonesia Gelap' Syahganda Nainggolan: Tiga Biang Kerok Ini Bikin Rakyat Menderita
Keduanya dianggap memiliki ideologi dan fokus yang jelas untuk menyelamatkan agenda kerakyatan.
"Hanya berharap pada dua orang: Dasco dan Sapri Samsudin," ujar Syahganda.
Sufmi Dasco Ahmad, politisi senior Gerindra, dipandangnya sebagai figur penting yang dapat menjaga keseimbangan politik dan memajukan agenda sipil.
"Dasco dianggap mempromosikan agenda sipil," jelasnya.
Sementara itu, Sapri Samsudin dinilai sebagai sosok yang tepat untuk mengawal pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan mengamankan kekayaan alam negara. "Sapri fokus pada pembangunan SDM dan pengendalian SDA," tambah Syahganda.
Menyorot Menteri Bermasalah dan Warisan 'Serakahnomics'
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
Terkini
-
Inovasi Teknologi Canggih Singapore Airlines Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Dunia
-
Ahli BPK Bongkar Dugaan Penyimpangan di Sidang Praperadilan Kasus Kuota Haji
-
Jaksa Dilarang Kasasi, Menko Yusril Nyatakan Nasib Delpedro Cs Kini Final Setelah Putusan PN Jakpus
-
Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
-
Gempur Lapangan Padel Bodong, Pemprov DKI Segel 206 Lokasi
-
Prabowo Diteriaki 'Penakut' oleh Massa Aksi Demonstrasi Tolak BoP
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Minta Masyarakat Tak Panic Buying: Suplai Lancar!
-
Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara
-
Viral! Pemotor Lawan Arah di Pondok Labu Ngamuk Sambil Genggam Batu Saat Ditegur Warga