Hubungan dengan alam menjadi krusial untuk kesehatan mental. Tren biofilia berkembang dari sekadar meletakkan tanaman hias menjadi integrasi elemen alam yang lebih holistik.
Elemen: Pemanfaatan cahaya alami secara maksimal, palet warna yang terinspirasi dari bumi (tanah, hutan, laut), bentuk-bentuk organik yang melengkung, serta penggunaan material alami seperti batu, rotan, dan linen.
4. Palet Warna ‘Dopamine’ yang Membumi
Setelah dominasi warna netral yang aman, 2025 akan menyuntikkan dosis kebahagiaan melalui warna, namun tetap dalam koridor yang elegan.
Warna Tren: Nuansa hangat dan kaya seperti terakota, olive green, dan cokelat tua akan menjadi dasar. Kemudian disandingkan dengan aksen warna "dopamin" yang lembut seperti peach fuzz, kuning mentega (butter yellow), dan biru langit pucat.
5. Pesta Tekstur: Dari Bouclé hingga Dinding Bergelombang
Sebagai penyeimbang dari dunia digital yang datar, indra peraba kita mendambakan stimulasi. Tekstur akan memegang peranan penting dalam menciptakan kedalaman dan kehangatan.
Aplikasi: Kain bouclé dan chenille pada sofa, dinding dengan finishing limewash atau panel kayu bergelombang, karpet wol berbulu tebal, dan dekorasi keramik buatan tangan yang permukaannya tidak sempurna.
6. Teknologi Tersembunyi (Stealth Tech)
Baca Juga: Rumah Minimalis Budget Rp50 Juta: Investasi Cerdas atau Pemborosan?
Smart home tidak lagi tentang memamerkan gadget. Trennya bergeser ke arah teknologi yang terintegrasi mulus dan "menghilang" ke dalam desain.
Contoh: Speaker yang menyamar sebagai karya seni, pengisi daya nirkabel yang tertanam di meja, dan sistem pencahayaan pintar yang secara otomatis menyesuaikan warna dan intensitasnya mengikuti ritme sirkadian tubuh.
7. Sentuhan Retro 70-an yang Lebih ‘Dewasa’
Nostalgia terus berlanjut, dan kali ini giliran era 70-an yang mendapat interpretasi ulang yang lebih modern dan canggih.
Elemen Kunci: Furnitur dengan siluet melengkung (curvy), penggunaan kayu berwarna gelap seperti walnut, aksen krom, dan pola geometris yang berani namun dalam skala yang lebih terkendali.
8. Panggung untuk Pengrajin Lokal (Artisanal Touch)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Desa, Hasto Kristiyanto: Kemanusiaan di Atas Politik Elektoral
-
"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat