Suara.com - Drama ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kini diwarnai dengan plot twist yang semakin liar. Pegiat media sosial, Dokter Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa), membongkar sosok pria bernama Mulyono yang hadir di reuni UGM dan mengaku sebagai teman seangkatan Jokowi. Menurut Tifa, Mulyono adalah sosok palsu.
Dalam sebuah unggahan di akun X pribadinya, Tifa mengklaim bahwa 'intelijen netizen' telah berhasil mengungkap identitas asli Mulyono.
Sebelumnya, dalam sebuah video wawancara di acara reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM, Sabtu (26/7/2025), seorang pria yang mengaku bernama Mulyono menyatakan dirinya adalah alumnus UGM dengan nomor mahasiswa 1684.
“Dulu tidak ada jurusan. Saya Fakultas Kehutanan cuma skripsinya saya ngambil bidang Ekonomi Manajemen, jadi tidak ada jurusan,” kata pria yang mengaku bernama Mulyono kepada awak media.
Namun, Dokter Tifa dengan cepat membantah klaim tersebut. Ia menyebut ada kejanggalan besar dari sosok Mulyono.
“Ada lagi 'Alumni UGM Angkatan 80' yang mengaku bernama Mulyono, dan skripsinya ambil bidang Ekonomi Manajemen,” cuit Dokter Tifa dikutip dari platform X @DokterTifa pada Senin (28/7/2025).
Tifa kemudian melontarkan 'bom' sesungguhnya. Ia mengklaim nama asli pria tersebut bukanlah Mulyono, dan profesinya jauh dari seorang insinyur kehutanan.
“Ketahuan, ternyata Mulyono 'Alumni UGM bidang Ekonomi Manajemen' ini nama aslinya Wakidi, calo Terminal bis Tirtonadi Solo,” kata Dokter Tifa.
Ia pun tak segan melontarkan sindiran pedas yang mengaitkan penampilan fisik sang pria dengan kredibilitasnya sebagai alumnus UGM.
Baca Juga: Ada SBY di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi? Partai Biru Jadi Kode
“Pantessaan...kok saya ragu ya, ada Alumni UGM seperti ini, masa Insinyur beli gigi palsu ngga sanggup? Adodoee... Betul-betul UGM dibuat nyungsep ke comberan sama si Mukidi, temennya si Wakidi!,” imbuhnya.
Bagi Tifa, kemunculan sosok seperti 'Mulyono' ini menjadi cerminan betapa mudahnya seseorang mengaku-ngaku memiliki latar belakang pendidikan tertentu di Indonesia, yang kembali ia kaitkan dengan polemik ijazah Jokowi.
“Renungan: Berapa mudahnya di Indonesia ini, orang ngaku-ngaku lulusan Universitas ini dan itu, apalagi kalau sudah berbekal 'Ijazah' walau bikinan pasar Pramuka bukan bikinan Universitas. Sedihnya negeriku,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Ada SBY di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi? Partai Biru Jadi Kode
-
5 Fakta Pemeriksaan Jokowi dalam Kasus Ijazah Palsu
-
Ijazah Jokowi Kembali Disorot: Bareskrim Dituding Tampilkan Bukti Janggal Saat Jumpa Pers
-
Tercium Kejanggalan di Reuni Jokowi dengan Angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM, Siapa Sosok Ini?
-
Jokowi Sudah Reuni Masih Diserang, Projo 'Menyerah': Mau Dibuktikan Kayak Gimana Lagi?
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan