Selain itu, JPU juga menjelaskan tuntutan 1 bulan 4 hari itu juga merupakan tuntutan khusus yang mengedepankan rasa kemanusiaan.
Keduanya dituntut sesuai dengan masa tahanan yang mereka jalani selama persidangan, yakni selama 1 bulan 4 hari.
Meski selama ini mereka juga berstatus tahanan rumah dan bukan tahanan rutan.
Sehingga, jika majelis hakim nantinay menjatuhkan vonis pidana yang sama dengan tuntutan, maka Ni Nyoman Reja dan I Ketut Senta tidak perlu menjalani masa pidana di rutan atau menjadi tahanan rumah.
Karena sudah menjalani hukuman sebagai tahanan rumah selama 1 bulan 4 hari semasa persidangan.
"Kami menuntut dia khusus, selama ini dia kan ditahan di rumah pas selama dia masa dia ditahan. Jadi (kalau) putusannya (sama) nanti dia gak perlu menjalani pidana di rutan karena selama ini kan perampasan kemerdekaan sudah dijalankan selama jadi tahanan rumah, kan gak bisa ke mana-mana. Mengingat kemanusiaan," tuturnya
Sementara, hal yang memberatkan tuntutan mereka adalah perbuatan para terdakwa yang merugikan orang lain. Para terdakwa juga tidak mau berterus terang atas perbuatannya.
Gugatan itu menimbulkan kerugian bagi keluargaI Wayan Terek sebesar Rp718.750.000.000.
Kasus yang menimpa Ni Nyoman Reja sempat viral pada awal masa persidangan.
Baca Juga: BRI Super League: Pelatih Bali United Tekankan Pentingnya Bangun Pondasi
Hal tersebut lantaran nenek itu harus digopoh menuju ruang persidangan karena usianya yang sudah renta. Hal itu kemudian menarik simpati warganet.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga