Suara.com - Potensi persaingan antara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka sudah terdengar sejak lama.
Bahkan, Presiden RI, Prabowo Subianto sempat menyinggung soal persaingan keduanya maju sebagai Presiden di 2029 mendatang.
Prabowo mengungkapkan hal ini saat memberikan pidato penutupan Kongres VI Partai Demokrat di Kawasan SCBD, Jakarta Pusat pada 25 Februari 2025.
Namun persaingan keduanya yang disinggung oleh Prabowo ini justru berbeda dimata seorang Roy Suryo.
Menurut Roy, AHY dan Gibran tidak bisa dikatakan kelak akan menjadi saingan. Pasalnya, Roy menyebut dengan lantang bahwa keduanya berbeda kelas.
“Emang mereka saingan?,” ucap Roy, dikutip dari youtube Forum Keadilan TV, Rabu (30/7/25).
“Enggaklah. Kalau saya enggaklah, beda jauh kelasnya,” tambahnya.
Roy dengan gamblang menyebutkan bahwa Gibran sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan AHY.
“Nggak ada apa-apanya Gibran itu kalau dibandingkan dengan AHY,” ujarnya.
Baca Juga: Rentetan Peristiwa Ganjil di UGM, Roy Suryo Bongkar Dugaan Manuver di Balik Polemik Ijazah Jokowi
Tak hanya dengan AHY, Gibran dengan Puan pun diakui oleh Roy Suryo sudah berbeda kelas dan tidak bisa dibandingkan.
“Serius, yakin. Nggak ada apa-apanya itu, dibandingkan dengan Puan pun juga nggak lah,” jelasnya.
Roy Suryo kemudian menegaskan jika Gibran sudah dianggap saingan berat seorang AHY, maka tidak akan ada isu Gibran akan dimakzulkan.
“Kalau nggak ngapain juga Purnawirawan akan memakzulkan Gibran,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyinggung potensi persaingan antara AHY dengan Gibran menjadi presiden.
“Ada Presiden SBY siapa tahu ada Presiden AHY. Sekarang berdamping (AHY dan Gibran), nanti bisa bersaing nih,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Kongres VI Partai Demokrat.
Gibran yang berada di Lokasi Kongres tersebut tampak tersipu malu mendengar pernyataan sang presiden.
Prabowo kemudian menekankan bahwa persaingan dalam sebuah persta demokrasi itu baik. Ia berharap siapa pun yang Kembali menjadi presiden dapat merangkul pihak yang kalah.
“Aku dikalahkan tapi beliau (Presiden ketujuh Joko Widodo) ajak saya masuk, masuk juga,” ucap Prabowo.
Potensi AHY di 2029
Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki peluang besar untuk maju di Pilpres 2029 bersama Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS) Agung Baskoro. Menurut Agung, AHY memiliki modal yang cukup kuat, diantaranya berada di pemerintahan Prabowo saat ini dan menjadi ketua umum partai besar, Partai Demokrat.
Menurutnya, AHY hanya perlu mempertahankan kinerjanya di pemerintahan serta menjaga mesin Partai Demokrat.
Sehingga, peluang menjadi calon wakil presiden Prabowo di Pilpres 2029 terbuka lebar.
“Mas AHY masih punya kesempatan yang luas dengan posisi positioningnya, dengan kontribusinya, dengan jejak Langkah yang memang kita tahu ya, dia adalah seorang ketum partai yang cukup besar ya, potensial pernah juga menempatkan seorang Presiden bernama Susilo Bambang Yudhoyono dan track itu ini mengemuka tapi dalam konteks sebagai calon wakil Presiden,” urai Agung.
Potensi Gibran di 2029
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) terlihat jelas mulai menyiapkan Langkah politik besar.
Salah satu Langkah yang paling mencolok adalah bagaimana Jokowi sedang membangun jalan politik bagi putranya, Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai calon Presiden di Tahun 2029.
Sejumlah pengamat menilai bahwa kehadiran Gibran di posisi sebagai wakil presiden bukan sekedar formalitas, melainkan bagian dari proses sistematis yang diarahkan untuk membentuk figure nasional yang siap bertarung di Pilpres mendatang.
Menurut Pengamat politik, Muhammad Huda, ada berbagai indikator yang menunjukkan bahwa Jokowi secara sadar dan terencana sedang menyiapkan Gibran untuk menjadi calon Presiden RI 2029.
Potensi persaingan antara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka sudah terdengar sejak lama.
Bahkan, Presiden RI, Prabowo Subianto sempat menyinggung soal persaingan keduanya maju sebagai Presiden di 2029 mendatang.
Prabowo mengungkapkan hal ini saat memberikan pidato penutupan Kongres VI Partai Demokrat di Kawasan SCBD, Jakarta Pusat pada 25 Februari 2025.
Namun persaingan keduanya yang disinggung oleh Prabowo ini justru berbeda dimata seorang Roy Suryo.
Menurut Roy, AHY dan Gibran tidak bisa dikatakan kelak akan menjadi saingan. Pasalnya, Roy menyebut dengan lantang bahwa keduanya berbeda kelas.
“Emang mereka saingan?,” ucap Roy, dikutip dari youtube Forum Keadilan TV, Rabu (30/7/25).
“Enggaklah. Kalau saya enggaklah, beda jauh kelasnya,” tambahnya.
Roy dengan gamblang menyebutkan bahwa Gibran sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan AHY.
“Nggak ada apa-apanya Gibran itu kalau dibandingkan dengan AHY,” ujarnya.
Tak hanya dengan AHY, Gibran dengan Puan pun diakui oleh Roy Suryo sudah berbeda kelas dan tidak bisa dibandingkan.
“Serius, yakin. Nggak ada apa-apanya itu, dibandingkan dengan Puan pun juga nggak lah,” jelasnya.
Roy Suryo kemudian menegaskan jika Gibran sudah dianggap saingan berat seorang AHY, maka tidak akan ada isu Gibran akan dimakzulkan.
“Kalau nggak ngapain juga Purnawirawan akan memakzulkan Gibran,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyinggung potensi persaingan antara AHY dengan Gibran menjadi presiden.
“Ada Presiden SBY siapa tahu ada Presiden AHY. Sekarang berdamping (AHY dan Gibran), nanti bisa bersaing nih,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Kongres VI Partai Demokrat.
Gibran yang berada di Lokasi Kongres tersebut tampak tersipu malu mendengar pernyataan sang presiden.
Prabowo kemudian menekankan bahwa persaingan dalam sebuah persta demokrasi itu baik. Ia berharap siapa pun yang Kembali menjadi presiden dapat merangkul pihak yang kalah.
“Aku dikalahkan tapi beliau (Presiden ketujuh Joko Widodo) ajak saya masuk, masuk juga,” ucap Prabowo.
Potensi AHY di 2029
Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki peluang besar untuk maju di Pilpres 2029 bersama Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS) Agung Baskoro. Menurut Agung, AHY memiliki modal yang cukup kuat, diantaranya berada di pemerintahan Prabowo saat ini dan menjadi ketua umum partai besar, Partai Demokrat.
Menurutnya, AHY hanya perlu mempertahankan kinerjanya di pemerintahan serta menjaga mesin Partai Demokrat.
Sehingga, peluang menjadi calon wakil presiden Prabowo di Pilpres 2029 terbuka lebar.
“Mas AHY masih punya kesempatan yang luas dengan posisi positioningnya, dengan kontribusinya, dengan jejak Langkah yang memang kita tahu ya, dia adalah seorang ketum partai yang cukup besar ya, potensial pernah juga menempatkan seorang Presiden bernama Susilo Bambang Yudhoyono dan track itu ini mengemuka tapi dalam konteks sebagai calon wakil Presiden,” urai Agung.
Potensi Gibran di 2029
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) terlihat jelas mulai menyiapkan Langkah politik besar.
Salah satu Langkah yang paling mencolok adalah bagaimana Jokowi sedang membangun jalan politik bagi putranya, Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai calon Presiden di Tahun 2029.
Sejumlah pengamat menilai bahwa kehadiran Gibran di posisi sebagai wakil presiden bukan sekedar formalitas, melainkan bagian dari proses sistematis yang diarahkan untuk membentuk figure nasional yang siap bertarung di Pilpres mendatang.
Menurut Pengamat politik, Muhammad Huda, ada berbagai indikator yang menunjukkan bahwa Jokowi secara sadar dan terencana sedang menyiapkan Gibran untuk menjadi calon Presiden RI 2029.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
Terkini
-
Legislator PKB: Pemotongan Gaji Pejabat adalah Pesan Kepemimpinan Moral di Tengah Krisis Global
-
Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda
-
Bagaimana Deforestasi Picu Krisis Air dan Pangan? Ini Temuan KEHATI
-
Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Daz Canel Siapkan 'Neraka' untuk Pasukan AS
-
PN Jaksel Kabulkan Praperadilan Lee Kah Hin, Status Tersangka Direktur PT WKM Gugur
-
Menaker Yassierli Tinjau Posko K3 Mudik 2026, Pastikan Pengemudi Tetap Fit
-
Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...
-
Dulu Terpisah dan Naik Motor, Kini Wawan Bahagia Boyong Keluarga Mudik Gratis ke Tegal
-
Posko Kemnaker Kebanjiran Aduan, Hampir 1.000 Kasus Perusahaan Belum Bayar THR Lebaran
-
Donald Trump dan Israel Bahas Perluasan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Singgung Hizbullah