Pihak kepolisian menjadikan temuan email almarhum ke sebuah yayasan kesehatan mental sebagai salah satu indikasi.
Namun, keluarga memandangnya sebagai hal yang wajar di zaman sekarang. "Siapapun kita, konsultasi mengenai berbagai macam hal... itu kan merupakan hal pribadi," ujar Meta Bagus, kakak ipar almarhum.
Bagi mereka, mencari bantuan profesional bukanlah tiket menuju vonis bunuh diri, melainkan tanda kesadaran untuk menjadi lebih baik.
4. Beban Kerja Dianggap Dinamika yang Normal
Dugaan stres akibat tekanan pekerjaan juga dibantah. Keluarga menegaskan bahwa sebagai seorang diplomat, beban kerja adalah hal yang biasa dihadapi.
"Namanya orang bekerja itu 'kan pasti ada beban," kata Meta Bagus
. Ia menambahkan bahwa almarhum selalu memiliki komunikasi yang baik dengan istrinya, sehingga jika ada masalah berat, pasti akan diceritakan.
5. Obat-obatan di TKP Adalah Obat Umum
Temuan obat-obatan di lokasi kejadian juga dinilai tidak signifikan. Keluarga mengklarifikasi bahwa itu adalah obat-obatan umum yang biasa dikonsumsi banyak orang.
Baca Juga: Kematian Arya Daru Janggal? Komnas HAM Beberkan Temuan, Minta Polisi Tetap Buka Penyelidikan
"Kadang kita pusing ya minum paracetamol, kadang kalau pas lagi sembelit ya obat sembelit," jelasnya. Keluarga merasa temuan ini terlalu dibesar-besarkan dan tidak relevan untuk dijadikan bukti niat bunuh diri.
Dengan semua bantahan kuat ini, keluarga telah menunjuk kuasa hukum untuk memperjuangkan kebenaran.
Perjuangan mereka adalah representasi dari suara publik yang belum bisa menerima kesimpulan yang ada.
Berita Terkait
-
Kematian Arya Daru Janggal? Komnas HAM Beberkan Temuan, Minta Polisi Tetap Buka Penyelidikan
-
Tidak Puas Kesimpulan Awal Polisi Soal Kasus Arya Daru, Amelia NasDem Tegaskan Transparansi
-
Bunuh Diri Pakai Lakban? Penjelasan Kriminolog soal Kematian Arya Daru Bikin Merinding
-
5 Fakta Sosok Farah, Nama Misterius yang Buat Polisi 'Gelagapan' di Kasus Arya Daru
-
Serupa Arya Daru, Di Italia Pria Tewas dengan Wajah Terlilit Lakban di dalam Mobil
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
Terkini
-
Presiden Prabowo Penuhi Permintaan Warga Aceh, Salurkan Bantuan Daging Meugang Sambut Idulfitri
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Heboh! Di Sini Calon Politisi Perempuan Diminta Layanan Seks demi Tiket Pemilu
-
Info A1: Perang Lawan Iran karena Kebodohan Trump Ditipu Lobi Israel dan Tokoh Media AS
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Fatia Maulidiyanti Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Pejabat Militer Israel Bongkar Detik-detik Ali Larijani Dihabisi di Rumah Aman
-
Gelar Doa Bersama, Fatia Maulidiyanti Tuntut Negara Agar Kasus Andrie Yunus Mendapat Jalan Terang
-
Iran Balas Operasi Gabungan, Rudal Hantam Kota Israel dan Pangkalan Amerika Serikat
-
Ring 1 Iran Disusupi Mossad? Foto Misterius Picu Isu Operasi Rahasia Dugaan Tewasnya Ali Larijani