"Giliran rakyat nanyain lapangan pekerjaan dikatain rakyat kolonial, giliran lagi nyaleg dan nyapres jika dipilih akan disediakan 19 juta lapangan kerja. Berasa ditipu," tulisnya.
Warganet lain bahkan mempertanyakan pemahaman Saraswati tentang tugas dan fungsinya sebagai anggota DPR.
Menurut mereka, seorang wakil rakyat seharusnya menyuarakan aspirasi rakyat kepada pemerintah, bukan sebaliknya mengkritik rakyat.
"Bu @rahayusaraswati paham arti DPR nggak? Kok malah nyalahin rakyatnya? Anda itu harusnya berada di rakyat untuk kritik pemerintah, bukan kritik rakyatnya," timpal akun @gusrialamran.
Sentimen serupa juga diungkapkan dengan nada sinis oleh pengguna lain yang menyoroti tantangan yang dihadapi pengusaha kecil di Indonesia.
"Pemerintah: 'Bikin usaha, nanti gede, banyak cabang, kita palak'," sindir akun @putri.setyabudi, menyiratkan sulitnya membangun usaha di tengah berbagai pungutan dan pajak.
Hingga kini, perdebatan mengenai pernyataan Rahayu Saraswati masih terus bergulir, menyoroti adanya kesenjangan persepsi antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya mengenai isu krusial seperti penciptaan lapangan kerja.
Tag
Berita Terkait
-
Menagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja, Tangis Ibu Penjual Kopi Keliling: Tolong Jangan Dipersulit
-
Rahayu Ingatkan Brutalnya Mafia Perdagangan Manusia: Mereka Bisa Hilangkan Orang
-
Miris! Keponakan Prabowo Bongkar Ada Kampung Penjualan Bayi di Jakarta, Harganya Cuma Rp 500 Ribu
-
Ahmad Muzani Lengser? Kabar Pergantian Sekjen Gerindra Beredar, Keponakan Prabowo Angkat Bicara
-
Pengakuan Rahayu Saraswati, Pakai Privilege Keponakan Prabowo Lawan Mafia TPPO 'Iblis'
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar
-
Jelang Ramadan, Jalanan Jakarta Dipantau Ketat: Drone Ikut Awasi Pelanggar Lalu Lintas
-
BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Masuk Level Waspada
-
Kronologi Habib Bahar Jadi Tersangka: Dijerat Pasal Berlapis, Dijadwalkan Diperiksa 4 Februari
-
Berawal dari Ingin Salaman, Anggota Banser Diduga Dikeroyok: Habib Bahar Kini Resmi Jadi Tersangka
-
Teriakan Histeris di Sungai Tamiang: 7 Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Aceh
-
Industri Kesehatan 2026: Ketika Kualitas Jadi Satu-Satunya Alasan Pasien Untuk Bertahan
-
Dua Hari, Lima Bencana Beruntun: BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Sejumlah Daerah
-
Polri Akan Terbitkan Red Notice Buron Kasus Chromebook Jurist Tan, Lokasinya Sudah Dipetakan
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid