Suara.com - Upaya hukum yang dilayangkan penggugat Ir Komardin terhadap Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memasuki babak baru. Komardin menegaskan akan mengajukan banding setelah gugatannya dimentahkan pengadilan.
Langkah ini diambil menyusul keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Yogyakarta, yang secara resmi menggugurkan gugatan tersebut pada sidang yang digelar Selasa, 5 Agustus 2025.
Gugatan yang diajukan oleh Ir Komardin terdaftar di PN Sleman dengan nomor perkara 106/Pdt.G/2025/PN Smn tertanggal 5 Mei 2025, dengan klasifikasi perkara perbuatan melawan hukum.
Sejumlah pejabat UGM menjadi pihak tergugat, mulai dari Rektor, empat wakil rektor, Dekan Fakultas Kehutanan, Kepala Perpustakaan Fakultas Kehutanan, hingga dosen pembimbing akademik Jokowi saat kuliah.
Komardin menyatakan pihaknya akan membawa perkara ini ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Pengadilan Tinggi. Ia bersikukuh bahwa ada unsur perbuatan melawan hukum terkait ijazah Jokowi yang belum diuji secara materiel.
Dengan digugurkannya gugatan tersebut, Komardin menilai majelis hakim PN Sleman telah keliru dalam menafsirkan esensi gugatannya.
“Kan perbuatan melawan hukum, berarti Pengadilan Negeri Sleman harus mengadili,” kata Komardin dikutip, Kamis (7/8/2025).
Tak hanya banding, Komardin juga telah menyiapkan ancang-ancang untuk membawa persoalan ini ke Komisi Informasi Publik (KIP).
Polemik keaslian ijazah Jokowi ini sebelumnya telah memicu kegaduhan dan berujung pada gugatan fantastis senilai Rp69 triliun terhadap UGM di PN Sleman.
Baca Juga: Desas-Desus Projo Merapat ke Prabowo, Jokowi Jadi 'Bebek Lumpuh'?
Gugatan tersebut dilayangkan karena UGM dianggap bungkam. Menurut Komardin, kegaduhan yang timbul akibat isu ijazah ini telah berdampak serius pada stabilitas ekonomi nasional.
Ia berpendapat, sejak isu ijazah ini mencuat, perekonomian Indonesia menjadi semakin remuk dan nilai tukar rupiah kian ambruk. Alasan inilah yang mendorong Komardin untuk menuntut ganti rugi dengan nominal yang sangat besar.
Advokat yang berbasis di Makassar ini mengaku tidak memiliki urusan personal dengan Jokowi. Ia mengklaim tujuannya hanya ingin persoalan ijazah ini tuntas agar tidak terus-menerus menimbulkan kegaduhan nasional.
Berita Terkait
-
Desas-Desus Projo Merapat ke Prabowo, Jokowi Jadi 'Bebek Lumpuh'?
-
Tinggal Tunjukkan Saja, Beres! Feri Amsari Desak Jokowi Akhiri Drama Ijazah Palsu
-
Geger Posisi Stempel di Ijazah Jokowi, Warganet Pertanyakan Kejanggalan: Kok di Belakang Baju?
-
Apa Isi Buku Kontroversial Setebal 500 Halaman Soal Ijazah Jokowi Ala Roy Suryo?
-
Bukti Cinta Roy Suryo Pada UGM : Buku 500 Halaman Berisi Kontroversi Ijazah Jokowi
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
-
Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II